Pemprov Minta Pemda Lakukan Tracking Kepada Pada Peserta Ijtima Ulama Gowa

para bupati dan walikota untuk melakukan penelusuran (tracking) kepada para peserta Ijtima Ulama Gowa dari wilayah masing masing.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan sembilan warga positif Covid-19 pada Kamis (30/4/2020) 

Pemprov Minta Pemda Lakukan Tracking Kepada Pada Peserta Ijtima Ulama Gowa 

POS-KUPANG.COM | KUPANG --Pemerintah Provinsi NTT melalui Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Provinsi NTT meminta kepada para bupati dan walikota untuk melakukan penelusuran (tracking) kepada para peserta Ijtima Ulama Gowa dari wilayah masing masing. 

Penelusuran ini dilakukan karena dua dari total 127 para peserta Ijtima yang berasal dari NTT tersebut kini telah dinyatakan positif Covid-19. Mereka kini sedang diisolasi di RSUD Komodo Labuan Bani.

"Di setiap kabupaten dilakukan tracking kontak langsung mereka. Para bupati dan Walikota se NTT agar koordinasi dengan ketua MUI, NU, atau Muhammadiyah yang dulu mengutus mereka," ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius kepada wartawan Jumat (1/5/2020) malam. 

Meski demikian, ia mengatakan saat ini pihak Pemda telah memiliki data untuk itu. "Ada data di setiap kabupaten, di samping itu butuh kejujuran saudara kita yang melakukan kontak, kejujuran untuk tidak perlu malu mengatakannya," tambah Ardu Jelamu. 

Dengan kejujuran, katanya, akan memudahkan pemerintah melakukan kontrol kesehatan secara intensif kepada mereka. 

Selain itu, imbauan yang sama juga ditujukan kepada setiap warga NTT yang datang dari daerah luar NTT.

"Kita bekerjasama dengan stakeholder terkait, siapa saja yang datang terutama dari daerah terpapar harus mengatakan riwayat perjalanannya sehingga bisa dilakukan kontrol kesehatan secara medis," katanya. 

Ia mengakui, peserta Ijtima tentu telah melakukan  kontak dengan banyak orang sehingga pihak Gugus Tugas meminta kerjasama Bupati dan Forkopimda Kabupaten Kota untuk memperkuat penelusuran terhadap mereka di masing masing wilayah. 

Terkait waktu pengiriman sampel Swab dari tujuh orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari Kupang, ia mengaku tidak mengetahui secara persis. Namun demikian, ia berharap setelah dilakukan tes ulang hasilnya negatif. 

"Kita hanya tahu pemberitahuan dari Jakarta bahwa 7 orang itu positif, mudah mudahan seperti pasien karena yang sembuh itu, karena saat ini kondisi mereka dalam keadaan stabil," katanya. 

Pemerintah berharap laboratorium di RSUD Prof Johannes Kupang bisa beroperasi pada tanggal 4 atau 5 April 2020. "Semoga cairan regen secepatnya sudah tiba sehingga tanggal 4 atau lima sudah mulai memeriksa," katanya.

Ulang Tahun ke 6 Aston Dirayakan dengan Sederhana

Pelaku Pencabulan Gadis 13 di Labuan Bajo Sempat Melarikan Diri 2 Hari Dalam Hutan

Cegah Corona, Pemkab Sumba Timur Periksa Sopir Truk KM Egon

Hingga Jumat 1 Mei 2020, Pemerintah telah mengirim 128 sampel untuk pengujian swab. Dari jumlah tersebut, 73 sampel dinyatakan negatif, sepuluh positif serta 45 sampel masih berproses di Surabaya dan Jakarta. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved