Persib Bandung
Pelatih Persib Maung Bandung Robert Alberts Optimistis Soal Kompetisi, Ini Harapan Pemerintah, Info
Sebulan sudah Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 dihentikan sementara akibat force majeure pandemi virus corona.
POS KUPANG.COM--- Sebulan sudah Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 dihentikan sementara akibat force majeure pandemi virus corona.
PSSI meniadakan pertandingan-pertandingan di Tanah Air hingga 29 Mei. Kala itu, Persib Bandung masih berada di puncak klasemen.
Federasi pun menetapkan, setiap klub, termasuk Persib Bandung, punya waktu sebulan untuk persiapan sampai kompetisi dimulai lagi pada 1 Juli.
• Pemain Minim Jam Terbang, Tapi Begini Kemampuan Zalnando saat Bela Persib Bandung vs Tim Besar

Meski belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 menurun di Indonesia, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, optimistis Liga 1 2020 kembali sesuai rencana PSSI.
Pelatih asal Belanda itu berkaca pada kompetisi di beberapa negara, termasuk negara di Asia Tenggara.
PELATIH Persib Bandung, Robert Alberts (kanan), memimpin sesi latihan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis (27/2/2020). (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)
"Kita sudah melihat ada pergerakan di Asia, Liga Korea Selatan, Liga Vietnam sudah dimulai kembali. Di Eropa juga sama, Bundesliga juga sudah dimulai kembali," ujarnya, Senin (27/4/2020).

Wabah virus corona di Korea Selatan dan Vietnam tercatat mulai mereka.
Bahkan, Vietnam tercatat sebagai negara yang nihil korban meninggal akibat Covid-19.
Negara di Asia Tenggara mulai melonggarkan lockdown lantaran minim kasus baru virus corona.
Di Eropa, Jerman yang punya Bundesliga mengalami penurunan kasus Covid-19.
Padahal, Jerman sempat masuk daftar negara-negara yang terparah kena dampak virus corona.
Kompetisi sepak bola di tiga negara itu memang belum bergulir, tetapi klub-klub diizinkan kembali berlatih dengan sejumlah pembatasan.

Robert Alberts berharap kabar baik di tiga negara tersebut "menular" ke Indonesia, situasi berangsur-angsur pulih.
Harapan pelatih Persib Bandung juga sekaligus menjauhkan bayang-bayang liga akan dihentikan total.
"Dilihat dari itu, Indonesia kemungkinan akan mengambil keputusan yang sama. Dilihat dari pro dan kontranya jika liga akan bernar-benar dihentikan," kata Robert Alberts.