SCHOOL
Ini Penjelasan Romo Amanche Tentang Belajar di Rumah dan Belajar dari Rumah
Ini penjelasan Kepala SMP Katolik St Yosep Naikoten, Romo Amanche tentang Belajar di Rumah dan Belajar dari Rumah.
Penulis: PosKupang | Editor: Apolonia Matilde
"Kita harus cari alamat mereka dan megunjungi mereka untuk memastikan terlebih dahulu mereka dalam keadaan sehat dan masih tetap semangat belajar dalam kondisi seperti saat ini," tegasnya.
Menurutnya, belajar harus jadi lebih kreatif agar siswa tidak bosan dalam kondisi tak lazim saat ini sehingga siswa, guru dan orang tua harus sama-sama kreatif.
"Anak-anak ini memang harus dibimbing. Oleh karena itu sekolah dan orang tua harus saling membantu supaya menemukan model yang tepat untuk pembelajaran," katanya.
• PON XX Ditunda, Para Atlet Tinju NTT Tetap Latihan
• Mata Uang Negara-negara Ini Terus Menguat Pertanda Penanganan Covid-19 Efektif, Negara Apa Saja?
• Pemkab Matim Kantongi 172 Orang Yang Daftar Kartu Prakerja
Rm. Amanche menambahkan, model pembelajaran yang tepat adalah menggembirakan anak -anak, berikut pembelajarannya tidak harus terpaku pada teks sehingga anak-anak bisa belajar dari mana saja.
"Kami lebih mementingkan komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk menyuruh anak-anak mengerjakan saja tugas yang ada.
Memang sederhana sekali tetapi tetap menjaga mereka tidak kemana-mana karena kita harus taat aturan," ujarnya.
Dikatakannya, dalam situasi sekarang ini sangat susah untuk memaksakan satu sistem, karena sistem itu mungkin tidak bisa diakses oleh yang lain.
"Kalau dilihat dari kelaziman ini tidak efektif tapi untuk mengatakan ini efektif atau tidak kita pakai alat ukur yang mana," pungkasnya.
Siswa Senang Belajar di Sekolah
Proses belajar yang sampai saat ini masih dilakukan di rumah membuat dua siswi SMP Katolik merasa ada yang kurang.
• Daftar Kekejaman Kim Jong UN, Paman Dikurung Bersama 120 Ekor Anjing, Ajudan Jadi Umpan Ikan Piranha
• Banyak Cowok Indonesia yang Ngefans, Akun Instagram Artis Tik Tok Imut Ini Pun Diserang Netizen +62
Siswi kelas VII SMP Katolik St. Yoseph Naikoten, Monique Sharena Abbygail Ralph dan Maria Novriana Salu, kepada Pos Kupang, Selasa (21/4), mengatakan, belajar di rumah tak semenyenangkan belajar di sekolah.
"Kalau di sekolah lebih seru karena kita bisa ketemu kawan-kawan," ujar Sharena.
Menurut Sharena, belajar di rumah kurang mengenakan karena jika kedapatan belajar sambil memegang ponsel langsung dimarahi orang tua.
"Iya kalau belajar di rumah apalagi sambil main HP itu langsung dapat marah," ungkapnya.
• Pengemudi Truk Surabaya-Maumere Menolak Dikarantina dan Diangkut Pakai Ambulans Covid-19
• 15 Tenaga Kesehatan RSKr Lende Moripa Diperiksa RDT
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Novriana.
"Di sekolah kalau kita tidak mengerti pelajaran, bisa langsung tanya dan guru menjelaskan sampai kita mengerti tapi kalau di rumah tidak," katanya.
Mereka juga mengakui, proses belajar di rumah ini berat pada awalnya karena belum terbiasa tapi sekarang mereka sudah bisa menikmatinya karena keadaan yang memang tak bisa dipaksakan.
Kedua siswi ini berharap mereka bisa secepatnya kembali ke sekolah sehingga bisa bertemu dengan teman -teman mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kasek-smp-katolik-st-yosep-naikoten-romo-amance-oe-ninu-pr.jpg)