Mengenal Masjid Nurussa'adah, Masjid Pertama di Kabupaten TTS
Masjid Nurussa'adah yang terletak di Kota SoE, Ibu Kota Kabupaten TTS merupakan masjid pertama yang dibangun di Kabupaten TTS
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-COM.COM | SOE - Masjid Nurussa'adah yang terletak di Kota SoE, Ibu Kota Kabupaten TTS merupakan masjid pertama yang dibangun di Kabupaten TTS. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1950-an dan rampung pada awal tahun 1960-an.
Berdirinya Masjid ini diprakarsai oleh 9 umat Islam pertama di Kabupaten TTS yang keseluruhannya merupakan pendatang. Tanah yang digunakan untuk pembangunan Masjid merupakan tanah yang diserahkan Bupati TTS pertama, Kusa Nope.
• Karo Humas Provinsi NTT: Atas Nama Pemerintah dan Masyarakat Saya Ucapkam Terimakasih
Ke-9 tokoh Islam tersebut itu kompak saling berpatungan membangun sebuah masjid berukuran 8x8 meter.
Kesembilan tokoh umat Islam yang merintis pembangunan Masjid perdana diantaranya, almarhum Haji Usman L. Paoh dari Alor, Agus Sidin dari Flores, H. Hasan Saah dari Flores, Manoarfah dari Gorontalo, H. Alih Kadir dari Flores Timur, Ramadhan Dopong dan Abdurahman dari Jawa.
• Guru SMAK Suria, Patrik Anderson Nahak: Pembelajaran Online Lebih Rileks
Pelan tapi pasti pembangunan masjid pertama tersebut berjalan lancar. Sekitar tahun 1960-an Masjid Nurussa'adah akhirnya rampung dan bisa digunakan.
"Beruntung karena keinginan umat Islam saat itu mendapatkan dukungan dari Bupati TTS kalah itu. Tak hanya menyerahkan tanah, Bupati Kusa Nope juga turut menyumbang untuk membangun Masjid pertama di Kabupaten TTS tersebut," ungkap Ketua MUI Kabupaten TTS, H. Rahmat Hasan didampingi Ridwan Paoh anak dari Usman Paoh, salah satu tokoh pendiri Masjid Nurussa'adah kepada POS-KUPANG.COM, Senin (27/4/2020) di seputaran Kota SoE.
Keberadaan Masjid Nurussa'adah menjadi pemuas kerinduan umat Islam di Kabupaten TTS kala itu untuk bisa beribadah di dalam Masjid.
Jika sebelumnya umat Islam terpaksa tarawih dari rumah ke rumah akibat ketiadaan Masjid, kini umat Islam sudah bisa melakukan tarawih, sholat Jumat dan sholat 5 waktu di Masjid.
"Waktu belum ada Masjid mereka terpaksa tarawih dari rumah ke rumah ke rumah. Mau sholat juga di rumah masing-masing. Namun setelah ada masjid maka semuanya bisa dilakukan di Masjid," kenang keduanya.
Perkembangan jumlah umat Islam yang terus bertambah membuat kondisi Masjid Nurussa'adah tidak bisa lagi menampung umat Islam yang ingin Sholat.
Oleh sebab itu pada awal tahun 2000-an, Masjid Nurussa'adah dipugar dan diperluas hingga berukuran sekitar 12x12 meter.
"Masjid Nurussa'adah ini sudah dipugar 1 kali untuk memperluas Masjid sehingga bisa lebih banyak menampung umat yang hendak melakukan sholat," jelas keduanya.
Saat ini umat Islam yang berada di Kabupaten TTS berkembang cukup pesat. Jika awal tahun 50-an hanya 9 KK, Kini umat muslim di Kabupaten TTS telah mencapai 11 ribu jiwa berdasarkan data dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Jumlah Masjid yang awalnya hanya satu kini bertambah. Total jumlah Masjid dan Mushola yang di Kabupaten TTS kini mencapai 40 unit. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)