JNE Cabang Utama Kupang Sasar Pengiriman Via Darat dan Laut
Perusahaan jasa pengiriman JNE Cabang Utama Kupang menyasar pengiriman via daratan dan laut
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perusahaan jasa pengiriman JNE Cabang Utama Kupang menyasar pengiriman via daratan dan laut setelah pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang pesawat beroberasi hingga 1 Juni mendatang.
Hal ini diungkapkan Branch Manager JNE Cabang Utama Kupang, Emi Khilafat kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (24/04/2020).
"Untuk saat ini kita akan memaksimalkan service via darat dan laut" ungkapnya.
• Bupati Lembata Perintahkan Satpol PP Usir Kapal Angkut Penumpang
Emi mengakui, hal yang paling terdampak dengan adanya kebijakan ini adalah estimasi pengiriman karena alat transportasi yang paling banyak dipakai dalam pengiriman adalah penerbangan. Pengiriman juga paling banyak pengiriman express sehingga dampaknya sangat terasa.
Selain itu terdampak juga dari segi kecepatan. Kalau dulu sehari bisa banyak penerbangan mulai hari ini menunggu kapan pesawat kargo beroperasi.
• Mulai Hari Ini Lion Air Group Tidak Beroperasi
"Memang informasi dari pemerintah hanya pesawat komersial yang mengangkut penumpang saja yang dilarang" ujar Emi.
"Kita dapat informasi bahwa ada pesawat kargo jadi untuk pengiriman tetap kita prioritaskan lewat pesawat kargo yg ada" lanjutnya.
Ia mengatakan, pengiriman bisa tetap dilakukan lewat udara tapi dengan estimasi yang tidak bisa ditentukan.
"Kalau hari ini ada pengiriman dari customer terus besoknya ada flight brarti bisa express, tapi kalau pas tidak ada pesawat yang jalan otomatis harus menunggu lagi"
Mulai hari ini, beberapa item seperti makanan basah tidak terima namun jika nanti ada pengiriman, pihak JNE akan memberi informasu melalui customer service.
"Untuk kiriman - kiriman area wilayah Indonesia Timur semua tidak dilayani dulu. Kita juga tidak bisa pastikan sampai kapan"
Sementara itu untuk kiriman - kiriman dari online shop seperti pakaian dan lainnya masih tetap diterima kalau costomernya tidak keberatan.
"Sekarang tetap jalan tapi untuk estimasinya akan diberitahukan kepada customer bahwa untuk saat ini pengiriman via udara kita hanya mengandalkan pesawat kargo"
Emi menambahkan, untuk kerugian akibat kebijakan ini masih belum diprediksi pihak JNE karena sampai saat ini masih beroperasi meskipun jumlah pengirimannya menurun.
" Jumlah kiriman menurun tapi tidak terlalu. Untuk sementara baru sekitar 20%. Barang dari luar pun ada penurunan tapi tidak terlalu signifikan"