Bupati Lembata Perintahkan Satpol PP Usir Kapal Angkut Penumpang
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur langsung memerintahkan Satpol PP Kabupaten Lembata menghalau Kapal Feri yang datang mengangkut penumpang
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pasca ditemukan adanya kapal feri yang mengangkut penumpang ke Lembata, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur langsung memerintahkan Satpol PP Kabupaten Lembata menghalau Kapal Feri yang datang mengangkut penumpang. Bupati Sunur memerintahkan supaya kapal yang 'membandel' tidak diizinkan sandar di Pelabuhan Feri Waijarang.
Pada Jumat (24/4/2020) pagi, Bupati Sunur memantau langsung Pelabuhan Feri Waijarang dan berharap tidak ada kapal lagi yang mengangkut penumpang. Bupati Sunur tampak kesal karena sudah dua kali kejadian ada kapal feri yang mengangkut penumpang. Parahnya lagi, dari kapal yang diangkut itu ternyata ditemukan tiga orang penumpang yang reaktif virus berdasarkan tes cepat atau rapid test.
• Mulai Hari Ini Lion Air Group Tidak Beroperasi
Menurut Bupati Sunur Pemprov NTT sudah melarang kapal feri mengangkut penumpang kecuali logistik. Oleh sebab itu, kebijakannya ini tidak perlu menunggu jawaban dari Pemprov NTT lagi.
"Ini feri sebagai pembawa dan angkut orang yang positif rapid test seharusnya kapal dan ABK juga harus dikarantina," terangnya.
"Bisa angkut logistik saja. Dilarang sandar kalau angkut penumpang," ungkapnya.
• Beban Puncak Pemakaian Listrik di Labuan Bajo Turun
Pemkab Lembata juga sudah melayangkan surat kepada PT ASDP Indonesia Feri Cabang Kupang untuk membatasi aktivitas embarkasi dan debarkasi di Lembata dua minggu sekali dan tidak mengangkut penumpang kecuali orang sakit, pemulangan jenazah dan ASN yang melaksanakan tugas pemerintah.
Pada surat lainnya, Pemkab Lembata juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi NTT melakukan tes cepat kepada ABK KM Ile Mandiri dan KM Ile Ape.
Bupati Sunur sendiri menilai kapten kapal tidak mengindahkan imbauan Pemprov NTT untuk tidak mengangkut penumpang pagi.
"Kita tetap ambil tindakan tegas, jangan kendor kecuali muat orang mati dan logistik. Kita sudah usul dua minggu sekali tanpa penumpang," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)