Jumat, 10 April 2026

Corona Virus

Agar Terhindar Corona, Jarak Aman Saat Olahraga di Luar Rumah Tak Tertular Virus Bukan 1 Meter

jarak aman saat berlari, bersepeda, dan berjalan selama wabah COVID-19? Di banyak negara berjalan, bersepeda dan jogging adalah kegiatan yang disambu

Editor: Ferry Ndoen
Healthline
Ilustrasi olahraga jalan kaki 

POS KUPANG.COM---- Berapa jarak aman saat berlari, bersepeda, dan berjalan selama wabah COVID-19?

Di banyak negara berjalan, bersepeda dan jogging adalah kegiatan yang disambut baik di masa COVID-19 ini.

Kalau selama ini yang dianjurkan pemerintah untuk physical distancing atau jaga jarak sejauh 1-2 meter maka hal ini tidak berlaku untuk Anda yang sedang berolahraga di tempat umum.

Sebaiknya dihindari berolahraga di tempat keramaian.

Namun penting untuk dicatat bahwa Anda perlu menghindari saling menyalip saat melakukan kegiatan olah raga di luar rumah

Hal ini berdasarkan hasil penelitian oleh KU Leuven (Belgia) dan TU Eindhoven (Belanda).

Aturan jarak sosial khas yang diterapkan oleh banyak negara antara 1-2 meter tampaknya efektif ketika Anda berdiri diam di dalam atau bahkan di luar dengan angin kencang.

Tetapi ketika Anda berjalan-jalan, berlari atau bersepeda, Anda sebaiknya lebih berhati-hati.

Ketika seseorang berlari, bernafas atau batuk, partikel-partikel itu akan tertinggal di udara.

Orang yang berlari di belakang Anda dalam apa yang disebut slipstream bisa terkena tetesan liur ini.

Para peneliti sampai pada kesimpulan ini dengan mensimulasikan terjadinya partikel air liur orang selama gerakan (berjalan dan berlari) dan ini dari posisi yang berbeda (di samping satu sama lain, diagonal di belakang satu sama lain dan langsung di belakang satu sama lain).

gambaran air liur bisa ciprati pejalan kaki di belakang anda ketika di luar rumah (demorgen)
Biasanya pemodelan jenis ini digunakan untuk meningkatkan tingkat kinerja atlet karena tinggal di aliran udara satu sama lain sangat efektif.

Tetapi ketika melihat COVID-19 rekomendasinya adalah untuk tetap keluar dari slipstream menurut penelitian.

Hasil tes ini dibuat terlihat dalam sejumlah animasi dan visual. Awan tetesan yang ditinggalkan oleh seseorang terlihat jelas.

"Orang-orang yang bersin atau batuk bisa menyebarkan tetesan liur dengan kekuatan yang lebih besar, begitu juga dengan orang-orang yang hanya bernapas akan meninggalkan partikel di belakang".

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved