Terkait Aktivitas Masjid Selama Lebaran, Ketua MUI NTT : Sebaiknya Ibadah Di Rumah Saja

Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim mengatakan aktivitas di masjid selama lebaran atau bulan Ramadhan merupakan otoritas setiap masjid

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Spanduk informasi yang ditempel di gerbang Masjid Darul Hijrah Kolhua Kota Kupang. Foto diambil pada Kamis (23/4/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ketua Majelis Ulama Provinsi Nusa Tenggara Timur ( MUI NTT) Abdul Kadir Makarim mengatakan aktivitas di masjid selama lebaran atau bulan Ramadhan merupakan otoritas setiap masjid. 

Tidak ada larangan khusus dari MUI terkait aktivitas di masing masing masjid. Namun demikian, terkait edaran Kementerian Agama dan Edaran MUI, umat Islam dianjurkan untuk beribadah di rumah masing masing selama situasi pandemi Corona.

Bocah 14 Tahun di TTS Dihamili Om Kandung

Pihaknya, kata Abba Makarim, telah mengeluarkan himbauan terkait ibadah di rumah. 

"Saya belum tahu persis karena masing masing masjid beda-beda dengan kebijakan dan otoritas masing masing, itu wewenang masing-masing masjid," ujar Abba ketika diwawancarai POS-KUPANG.COM pada Kamis (23/4/2020) malam. 

Namun demikian, sesuai dengan edaran dan himbauan tersebut, umat diimbau untuk beribadah di rumah saja.  

"Tetapi bagusnya memang kalau kondisi-kondisi begini ya ibadah dari rumah, MUI sendiri harapkan sholat di rumah masing masing," kata Abba. 

Rutan Kelas II B SoE Berikan Bantuan Sembako dan Masker Ke Panti Asuhan Ume Manekan

Beberapa masjid, lanjutnya, berdasarkan informasi telah meniadakan aktivitas ibadah berjamaah di masjid. 

Sebelumnya, Kementerian Agama telah menerbitkan surat edaran terkait panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia. Edaran tersebut diterbitkan Menteri Agama Fachrul Razi pada Senin (6/4/2020).

Surat edaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat Muslim di Indonesia dari risiko Covid-19.

Edaran Kemenag Nomor 6 tahun 2020 itu memuat 15 poin aturan mulai dari pelaksanaan sahur, tarawih, tadarus, buka puasa, hingga peringatan Nuzulul Qur'an. Isinya, semua kegiatan ibadan disarankan untuk diselenggarakan di rumah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved