RSUD Umbu Rara Meha Direkomendasikan Untuk Periksa Swab
DPRD NTT merekomendasikan agar RSUD Umbu Rara Meha di Waingapu sebagai salah satu rumah sakit yang bisa melakukan pemeriksaan sampel swab
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Lembaga DPRD NTT merekomendasikan agar RSUD Umbu Rara Meha di Waingapu sebagai salah satu rumah sakit yang bisa melakukan pemeriksaan sampel swab.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa , Jumat 24/4/2020). Menurut Yunus, sesuai rapat virtual Komisi V dengan Dinkes NTT dan manajemen RSUD Prof. Dr. WZ. Johannes Kupang, Komisi V telah merekomendasikan agar salah satu rumah sakit yang perlu dibangun lab untuk pemeriksaan sampel swab adalah RSUD Umbu Rara Meha.
• TIKI Cabang Utama Kupang Prediksi Kerugian Mencapai Ratusan Juta
"Jadi selain RSUD Prof. Dr. WZ. Johannes, kita rekomendasi tambah tiga rumah sakit, yakni RSU TC Hillers Maumere ,RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dan RSUD Komodo di Labuan Bajo," kata Yunus.
Dijelaskan, lab pemeriksaan swab perlu ada juga di daerah selain RSUD Prof. Dr. WZ. Johannes Kupang. Adanya lab ini memudahkan agar sampel atau spesimen dari NTT bisa diperiksa.
Sebelumnya Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi mengusulkan ke pemerintah pusat agar di NTT bisa memeriksa sampel swab.
Daerah yang diusulkan ada lab pemeriksaan swab adalah RSUD Prof. WZ. Johannes Kupang, RSUD TC.Hillers Maumere dan RSUD Komodo di Labuan Bajo.
• Bupati dan Wabup Matim Panen Raya Padi dan Jagung Ditengah Pandemi Covid-19
Josef menyampaikan hal ini saat melakukan rapat virtual atau dalam jaringan (daring) online dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Letjen TNI. Doni Monardo, Rapat ini berlangsung di ruang rapat Gubernur NTT, Rabu (22/4/2020) lalu.
Hadir pada acara ini, Sekda NTT,Ben Polo Maing, Kepala Pelaksana BPBD NTT, Thomas Bangke, Kadis Kominfo, Aba Maulaka,Kadis Sosial, dr. Mese Ataupah dan Karo Humas dan Protokol Setda NTT,Jelamu Ardu Marius, meminta reagen untuk pemeriksaan sampel swab dengan metode PCR.
Jika pemeriksaan swab dapat dilakukan di NTT maka sampel tidak lagi dikirim ke Jakarta atau Surabaya.
Saat itu, Josef mengatakan, di NTT sudah ada Polymerase Chain Reaction (PCR) namun alat kit reagennya belum ada.
"Kami sudah punya laboratorium, tinggal tunggu reagen untuk pemeriksaan Swab. Kami meminta melalui pakJenderal, mohon Kementerian Kesehatan lebih cepat mengirim kami reagen, supaya PCR kami bisa berfungsi,"kata Josef. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)