Polisi Ringkus Penjambret di Kota Kupang
Kapolsek Kelapa Lima Andri Setiawan Sebut Tingkat kriminalitas Akan Melonjak Ini Alasannya
Pasca merebaknya pandemi virus Covid-19 yang menggelobal, angka kriminalitas berupa kasus perkelahian, pemerkosaan
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pasca merebaknya pandemi virus Covid-19 yang menggelobal, angka kriminalitas berupa kasus perkelahian, pemerkosaan, bulying dst, apabila ditinjau dari aspek hukum dalam lingkup wilayah hukum Polsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota berdampak pada menurunnya angka angka kriminalitas.
"Selama masa Covid-19 ini, sepertinya menurun karena kegiatan aktivitas masyarakat sepertinya berkurang,"
Hal ini dikatakan Kapolsek Kelapa Lima, Andri Setiawan, S.H.,S.I.K, Kamis, (23/4/2020) di ruang kerjanya.
• Pemkot Kupang Siap Salurkan Bantuan Sosial Bagi 23.461 KK
Dijelaskan Kompol Andri, Spesifikasi angka kriminalitas di wilayah hukum Polsek Kelapa Lima, paling banyak berkaitan dengan masalah perkelahian yang dipicu oleh minuman keras ( miras) yang dilakukan sekelompok oknum tertentu. Begitu juga masalah bulying di sekolah yang mengakibatkan perkelahian.
Sedangkan, dugaan kasus pemerkosaan, tindakan asusila di wilayah hukum Polsek Kelapa Lima, itu banyak dan untuk sementara ini belum ada yang melaporkan atau belum ada yang kita temukan
Dikatakan Kompol Andri, untuk kasus pencurian memang ada, tetapi tidak sebanyak kasus perkelahian.
• Penjelasan Polres TTU Terkait Seorang Bocah Meninggal Dunia Karena Tenggelam di Sungai Samala
Meskipun tingkat kriminalitas mengalami penurunan, akan tetapi, urai Kompol Andri, Polsek Kelapa Lima Polresta Kupang Kota, tetap selalu waspada dan secara rutin melakukan patroli termasuk Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan ( K2YD).
Menurut Kompol Andri, dengan bertitik tolak situasi kontekstual dan kondisi yang terjadi sekarang ini, dirinya memprediksi bahwa akan terjadi lonjakan tingkat kriminalitas yang akan dipengaruhi oleh faktor ekonomi.
Basis pemikiran Kompol Andri didasarkan pada prediksi dari pemerintah bahwa Covid-19 belum. Mencapai puncaknya.
"Ini belum puncaknya ya, takutnya sampai pada puncaknya namanya faktor ekonomi ini pasti menjadi pemicu," ucapnya.
Dengan demikian, urai Kompol Andri, jika diprediksi akan ada faktor yang dilatarbelakangi masalah ekonomi. Hal ini disebabkan karena banyak yang dirumahkan ( karyawan/i) sehingga hal tersebut tidak tertutup kemungkinan.
jika dikalkulasikan pada perhitungan matematis, ujar Kompol Andri, tingkat kejahatan pasti akan naik karena banyak yang dirumahkan, sedangkan, masyarakat membutuhkan makanan.
" Jangan sampai karena dia tidak berbuat apa-apa akhirnya dilakukan pencurian," katanya.
Kompol Andri mencintohkan, kemarin ada seorang tahanan asimilasi yang sudah ditangkap dan kita kembalikan ke rutan.
"Sempat kita lidik, kita tanyakan mengapa kamu ( pelaku pencurian) lakukan perbuatan, karena semenjak dia keluar dari sel dia sudah berusaha mencari pekerjaan, cuma di masa Covid-19 ini kan susah sedangkan dia butuh makan. Karena dia tidak punya duit makanya dia melakukan perbuatan pencurian lagi," ucapnya memberikan contoh kasus.
Dikatakan Kompol Andri, mudah-mudahan prediksi tersebut tidak sampai terjadi dan kita semuanya berdoa mudah-mudahan Covid-19 ini cepat selesai.
Makanya, urai Kompol Andri, pihaknya selalu mengimbau agar masyarakat tetap di rumah untuk memutus mata rantai Covid-19 supaya semuanya bisa cepat bekerja kembali. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Vinsen Huler, Onchy Rebon)