Ramadhan 2020
Hukum Hubungan Seks Suami Istri Saat Puasa Ramadhan, Ustadz Abdul Somad Sebut Tata Caranya
Ustadz Abdul Somad menjelaskan soal hukum dan taat cara berhubungan seks suami istri selama Puasa Ramadhan 2020.
Hukum Berhubungan Seks Suami Istri Saat Puasa Ramadhan, Ustadz Abdul Somad Sebut Tata Caranya
POS-KUPANG.COM - Ustadz Abdul Somad menjelaskan soal hukum dan taat cara berhubungan seks suami istri selama Puasa Ramadhan 2020.
Pausa Ramadhan 2020 sendiri dimulai Jumat (24/4/2020). Seluruh umat muslim didunia akan memulai berpuasa.
Ada berbagai ketentuan dalam berpuasa, seperti hal-hal yang membatalkan puasa.
Salah satu hal yang bisa membatalkan puasa adalah berhubungan suami istri.
Hal ini dibahas panjang lebar dalam artikel berjudul 'Kafarat atau Denda Hubungan Badan saat Puasa Ramadhan' di nu.or.id.
Artikel tersebut ditulis oleh Ustadz M. Tatam Wijaya, Pengasuh Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin”, Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat.
Inilah isi lengkap artikel tersebut :
Diketahui bahwa orang yang sengaja merusak puasanya di bulan Ramadhan dengan senggama atau hubungan seksual, wajib menjalankan kifarah ‘udhma (kafarat besar), dengan urutan kafarat (denda) sebagai berikut.
Pertama, ia harus memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman, tak boleh yang lain. Sahaya itu juga harus bebas dari cacat yang mengganggu kinerjanya.
Kedua, jika tidak mampu, ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Ketiga, jika tidak mampu, ia harus memberi makanan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud (kurang lebih sepertiga liter). Kafarat di atas berdasarkan hadits sahih berikut ini:
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ: لَيْسَ لِي، قَالَ: فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا
Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lantas berkata, “Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadhan. Beliau bersabda,
“Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “Aku tidak mampu.”
Beliau kembali bersabda, “Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (HR al-Bukhari).