Bupati Deno Kunjungi 30 Warganya Yang Karantina Mandiri di Wae Renca
Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH mengunjungi 30 warganya yang dikarantina secara mandiri di Kampung Wae Renca, Desa Wae Renca
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH mengunjungi 30 warganya yang dikarantina secara mandiri di Kampung Wae Renca, Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal Barat, Rabu (22/4/2020) sore.
Turut hadir mendampingi bupati Manggarai, Camat Cibal Barat Karolus Mance, Kabag Kesra Setda Manggarai, Teo Taram, Kabag Humas Setda Manggarai Lodovikus D. Moa, Kasat Pol PP Manggarai, Lambertus Sahe dan Sekdis PMD Manggarai, Lorens Jelamat, Pemerintah Desa Wae Renca dan Babinsa.
Bupati Deno saat mengunjungi warganya yang dikarantinapun memberikan bantuan sembako berupa beras dan telur ayam, serta masker.
• Suwanto Pilih Tidak Mudik Guna Memutus Rantai Penyebaran Covid-19
Bupati Deno dalam kesempatan itu mengatakan ia mengunjunginya karena merupakan contoh yang luar biasa bagi dirinya dan juga rakyat Manggarai dimana 30 orang warganya yang baru tiba dari Bali yang merupakan daerah terpapar covid-19 dilakukan karantina secara mandiri.
Mereka dikarantina di rumah warga. Rumah yang dikarantina itu atas inisiatif masyarakat bersama pemerintah desa setempat.
Bupati Deno juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Warga yang menyediahkan rumah secara sukarela untuk tempat karantina, begitu juga kepada Pemerintah Kecamatan Cibal Barat dan Pemerintah Desa setempat yang juga turut mendukung untuk pengawasan selama masa karantina.
• Jokowi Setuju Belva Mundur Sebagai Staf Khusus
Menurut Bupati Deno, masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan secara sukarela rumah mereka itu merupakan hal yang sangat bagus dan patut dicontohi bagi seluruh masyarakat Manggarai. Sebab di daerah lain banyak warga yang merasah takut dan mengucilkan bagi warga yang baru tiba dari daerah terpapar covid-19.
"kalau di daerah lain warga yang baru datang dari daerah terpapar covid ditakuti bahakan dikucilkan, tapi disini kita temukan hal yang berbading terbalik, warga malah menerima secara sukarela dengan menyediahkan rumah untuk karantina. Sebenarnya tidak perlu dimusuhi atau dikucilkan bagi warga yang merupakan keluarga dan masyarakat sendiri yang baru tiba dari daerah terpapar covid-19,"ungkap bupati Deno.
Bupati Deno juga dalam kesempatan itu memberikan edukasi kepada warga yang dikarantina. Bupati Deno meminta agar warga tetap bersabar lagi 8 hari masa karantina karena baru 6 hari melakukan karantina.
Bupati Deno juga mengimbau kepada warga yang dikarantina dan masyarakat Wae Renca agar selalu menjaga jarak, jauhi kerumunan massa, sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir, pakai masker ketika keluar rumah dan selalu mengkomsumsi makanan dan minuman yang sehat untuk menambah imun tubuh dalam mencegah covid-19.
Camat Cibal Barat, Karolus Mance juga kepada POS-KUPANG.COM menambahkan ke-30 orang warga yang dikarantina ini tidak memiliki gejala covid-19. Namun, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, mereka tetap dikarantina selama 14 hari kedepan.
Kata dia, 30 warga itu dikarantina secara terpusat di 5 rumah milik warga yang diserahkan secara sukarela untuk karantina oleh pemilik rumah yang merupakan warga setempat.
Penjabat Kepala Desa Wae Renca Henderikus Sampur kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan sebanyak 30 warga Wae Renca yang dikarantina tersebut datang dari Bali yang merupakan daerah terpapar virus corona sejak pekan lalu. Namun ke-30 warga ini tidak memiliki gejala atau indikasi covid-19.
Kata dia, atas inisiatif pemerintah desa untuk melakukan karantina terpusat dan juga warga bersediah menyerahkan rumah secara sukarela untuk dikarantina. Ada lima rumah warga yang diserahkan oleh pemilik rumah untuk lokasi karantina.
Henderikus juga mengatakan, untuk makan mimum selama masa karantina selama 14 hari ini, warga yang dikarantina mendapat sumbangan secara sukarela dari keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap mereka.