10 Kali Tes Corona, Hasilnya Berubah-ubah,Positif Negatif dan Positif Lagi Covid-19, Medis Bingung

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng tengah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perwakilan Indonesia

Editor: Alfred Dama
Kolase/pixabay/getty images
Kasus Virus Corona Tembus 2 Juta, Kapan Corona Berakhir? Survei Menyebutkan 4 Bulan Lagi, Benarkah? 

10 Kali Tes Corona, Hasilnya Berubah-ubah, Positif Jadi Negatig dan Positif Lagi Covid-19, Petugs Medis Bingung

POS KUPANG.COM -- Setiap orang baik petugas medis maupun pasien menginginkan hasil yang pasti saat melakukan test kesehatan untuk mendeteksi penyakit tertentu termasuk infeksi virus corona atau Covid-19

Meskpun dalam pikiran, pasien selalu menginginkan hasil negatif namun hasil yang tidak pasti juga membuat semua pihak bingung

Hal ini seperti yang terjadi di Buleleng Bali. Seserang PDP yang sudah menjalani 10 kali tes namun hasilnya juga terus berubah-ubah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng tengah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perwakilan Indonesia di Jakarta.

Sebab, seorang warga dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng, hasil tes PCR -nya selalu berubah-ubah.

Cerita Dua Mahasiswa UI Jadi Relawan untuk Tangani Covid-19, Kini Jadi Garda Terdepan

21 April Ini Diperingati Sebagai Hari Karini, Begini Biografi dan Sejarah Ibu Kita Kartini

Marinir TNI Serbu Sabah Saat Ganyang Malaysia,38 Tentara Musuh Tewas Termasuk 3 Perwira,Inggris Malu

Ini Daftar Besaran THR yang Diterima PNS di Lebaran Tahun Ini, Antara Rp 1,5 Hingga 5,9 juta

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, tes telah dilakukan sekitar 10 kali. Namun, hasilnya terus berubah, yakni dari positif ke negatif, lalu positif lagi.

Intinya, hasil tes negatif tak pernah beruntun sebanyak dua kali sehingga pasien tersebut belum bisa dinyatakan sembuh. Hasil tes terakhir pada Sabtu (18/4/2020) kembali menunjukkan hasil positif.

"Dan ini memang cukup membingungkan karena ada satu pasien yang menghadapi hasil swab berubah-ubah. Dari positif beberapa kali jadi negatif, habis itu positif lagi beberapa kali jadi negatif, dan sekarang kita berharap negatif ternyata positif," kata Suyasa, saat memberikan keterangan pers, Minggu (19/4/2020).

Untuk itu, pihaknya melalui Kepala Dinas Kesehatan Buleleng telah melaporkan hal tersebut ke WHO yang ada di Jakarta. Hal itu untuk dianalisis dan diketahui penyebabnya.

"Ini sedang dikaji dan sudah dilaporkan kepada WHO lewat kontak telepon dari Jakarta dengan Kadiskes langsung," kata dia. Baca juga: Turis Lithuania Ditangkap Rusak Pagar Pantai Pererenan, Bali Nantinya diharapkan ada penanganan secara khusus terhadap pasien tersebut.

Sebab, sudah 30 hari pasien itu diisolasi, tetapi hasil tesnya berubah-ubah. Untuk diketahui, update data Covid-19 di Bali hingga 19 April 2020, sebanyak 135 pasien terkonfirmasi positif. Kemudian, 38 dinyatakan sembuh, 3 meninggal dunia, dan 94 masih menjalani perawatan. Baca berikutnya

Keluarga Pasien Tidak Jujur, 21 Tenaga Medis di Cirebon Diisolasi

Kepala Rumah Sakit TNI Ciremai Cirebon, Letkol CKM Dr Andre Novan menyampaikan sebanyak 21 tenaga medis RS TNI Ciremai menjalani isolasi mandiri, Senin (20/4/2020). Ini dilakukan karena keluarga pasien tidak jujur riwayat pasien yang dirawat pernah kontak dengan pasien PDP Covid-19 dan meninggal dunia.(MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)

Sebanyak 21 tenaga medis di Rumah Sakit TNI Ciremai Cirebon, Jawa Barat, menjalani proses isolasi mandiri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved