21 April Ini Diperingati Sebagai Hari Karini, Begini Biografi dan Sejarah Ibu Kita Kartini
Berkaca dari pengalaman hidupnya sebagai perempuan Jawa di masa itu, R.A. Kartini begitu mengidamkan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan.
21 April Ini Diperingati Sebagai Hari Karini, Begini Biografi dan Sejarah Ibu Kita Kartini
POS KUPANG.COM -- Setiap tanggal 21 April, segenap Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini yang merupakan tonggak kebangkitan kaum perempuan untuk berjuang bersama kaum pria untuk bangsa dan negara
Emansipasi wanita mulai mengemuka atas sepak terjang salah satu pahlawan perempuan Indonesia, Raden Ajeng (R.A.) Kartini.
Siapa yang tak kenal dengan tokoh yang begitu aktif memperjuangkan kesetaraan hak perempuan ini.
Berkaca dari pengalaman hidupnya sebagai perempuan Jawa di masa itu, R.A. Kartini begitu mengidamkan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan.
• Marinir TNI Serbu Sabah Saat Ganyang Malaysia,38 Tentara Musuh Tewas Termasuk 3 Perwira,Inggris Malu
• Australia Pernah Niat Serang Jakarta saat Gejolak Timur-Timur, Nyali Ciut Karena Kapal Selam TNI AL
• Cerita Dua Mahasiswa UI Jadi Relawan untuk Tangani Covid-19, Kini Jadi Garda Terdepan
• Refly Harun Dicopot Erick Thohir Copot Refly Harun dari Jabatan Komut Pelindo 1
• Amien Rais Gugat Perppu Penanganan Covid-19, Wakil Ketua DPR Sebut Begitu Lebih Bagus, Tunggu MK
Ia tak sependapat dengan budaya turun temurun yang melazimkan seorang perempuan hanya pasif melakoni alur kehidupan. Selain itu, dirinya ingin membuktikan jika perempuan bisa menggantikan peran laki-laki.

"R.A. Kartini ingin menunjukkan jika perempuan tidak hanya 'konco wingking', artinya perempuan bisa berperan lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di bidang pendidikan.
Perempuan juga bisa menentukan pilihan hidup tak harus atas paksaan orangtua dan perempuan juga bisa sekolah setinggi-tingginya," jelas Pengamat Sejarah Edy Tegoeh Joelijanto (50) yang pernah mengenyam pendidikan di UKDW Jogjakarta dan Universitas Putra Bangsa Surabaya saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/4/2020).
Dari berbagai literatur, R.A. Kartini lahir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada 21 Januari 1879. Sesuai dengan ketetapan Presiden RI, Ir. Soekarno , melalui surat No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 menetapkan R. A.
Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Di surat yang sama, Soekarno juga menetapkan peringatan Hari Kartini sebagai hari besar Nasional yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya.
Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan hari lahir R.A. Kartini. R.A. Kartini adalah putri tertua keturunan keluarga ningrat Jawa atau istilahnya keluarga priyayi.
Dengan kata lain, ia menyandang predikat sebagai kasta bangsawan di kala itu. Ayahnya seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Sosriningrat.

Sedangkan sang Ibu bernama M.A. Ngasirah yaitu putri anak dari seorang guru agama di Teluwakur, Jepara.
Tidak hanya pesohor di kala itu, keluarga Kartini dikenal cerdas. Sang kakek, Pangeran Ario Tjondronegoro IV adalah sosok cerdas yang diangkat menjadi bupati di usia 25 tahun.
Sahabat pena R.A. Kartini R.A. Kartini kecil berusia 12 tahun menempa pendidikan di sekolah mentereng pada zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia, Europeesche Lagere School (ELS).