Breaking News:

KM Egon Masuk Waingapu

5 Penumpang KM Egon asal Sumba Timur Ditetapkan ODP dan Dikarantina di Puskesmas Kambaniru

KM Egon mengangkut sekitar 170 penumpang dari Daerah terpapar corona virus disease 19 atau Covid-19. Kapal Egon itu berlayar dari pelabuhan asal Lemba

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Para penumpang sedang berada di Puskesmas Kambaniru 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--KM Egon mengangkut sekitar 170 penumpang dari Daerah terpapar corona virus disease 19 atau Covid-19. Kapal Egon itu berlayar dari pelabuhan asal Lembar, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapal tersebut tiba dan bersandar di pelabuhan tujuan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (18/4/2020) pagi hari.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu, Anis Kumanireng, SH.,MM ketika dihubungi POS-KUPANG melalui Sambungan telepon, Sabtu (18/4/2020) mengatakan, KM Egon mengangkut penumpang dari Surabaya-Lembar, NTT tujuan Waingapu sekitar 170 orang penumpang. Jumlah penumpang itu merupakan warga Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan warga Sumba Barat Daya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur dan juga sebagai Juru Bicara Tim Posko Covid-19 Sumba Timur dr Chrisnawan Try Hariantana ketika dihubungi POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon, Sabtu (18/4/2020) mengatakan, sebanyak 49 penumpang asal Sumba Timur diperiksa kesehatan oleh timnya.

Dari 49 tersebut, kata dr Chrisnawan, sebanyak 5 orang terindikasi atau ditemukan gejala-gejala covid-19 sehingga ditetapkan statusnya sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sehingga ke-5 penumpang tersebut langsung dikarantina di Puskesmas Kambaniru.

Sedangkan penumpang sisanya asal Sumba Timur, kata dr Chrisnawan tidak ditemukan gejala atau dalam kondisi sehat. Namun, tetap diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari kedepan demi mencegah pandemi covid-19.

"Semua penumpang asal Sumba Timur diperiksa semua dikasih edukasi dan diingatkan kemudian juga didata alamatnya nanti akan dipantau lagi oleh petugas bagi penumpang yang tidak mengalami gejala,"jelas dr Chrisnawan.

dr Chrisnawan juga mengatakan, awalnya kapal itu masuk karena alasan banyak penumpang yang terkena PHK dampak pandemi corona, namun kenyataan tidak.

"Kapal masuk inikan mengatasnamakan orang PHK orang Sumba Timur, tetapi kenyataan tadi begitu turun tidak ada yang PHK. Rata-rata anak-anak dari pesantren, sebagian anak-anak pelajar, kalau semakin banyak orang datang tentu kemungkinan membawa banyak penyakit yang masuk semakin besar,"ungkap dr Chrisnawan. (*)

Para penumpang sedang berada di Puskesmas Kambaniru
Para penumpang sedang berada di Puskesmas Kambaniru (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved