Siapkan Komoditas Pangan Jelang Ramadhan di NTT Penyuluh dan Petani Panen Padi
Dua pekan menjelang Ramadhan, sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional mengalami peningkatan permintaan
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | NOELBAKI-- Dua pekan menjelang Ramadhan, sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional mengalami peningkatan permintaan.
Meningkatnya permintaan masyarakat seringkali tidak dibarengi dengan ketersediaan stok yang mencukupi. Hal inilah yang selalu menjadi problematika sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan stok pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020. Karena itu dia memastikan stok pangan saat bulan puasa dan lebaran aman.
• PDAM Sikka Dukung Pembayaran Air Bagi Warga Kurang Mampu
"Jadi tidak perlu ragu berlebih dalam menghadapi hari raya. Bawang merah saya jamin, cabai saya jamin dan bawang putih insya Allah tidak bersoal. Hari ini saya mau melihat bahwa Indonesia tidak goyang dengan krisis apapun. Intinya bulan ramadhan ini, selain kita beramal, kita harus menjamin ketersediaan rakyat aman," kata SYL.
Kepala BPPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa ditengah pandemik Covid 19 ini hanya sektor pertanian saja yang masih banyak menyerap tenaga kerja sedangkan sektor lain banyak yang melemah, contohnya sektor pariwisata.
• Keluar Rumah Wajib Pakai Masker, Ini Ganjarannya Jika Diabaikan!
"Tugas penyuluh di saat pandemi harus lebih giat lagi dan tetap produktif. Para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan. Penyuluh pertanian juga harus tetap proaktif memastikan berjalannya proses pertanian, baik dari hulu sampai hilir. Kostratani harus lebih diefektifkan lagi dan penyuluhan harus tetap aktif karena masalah pangan tidak boleh ditangguhkan," Ujar Dedi Nursyamsi.
Hal ini di buktikan dari semangat bertani di tengah pandemic virus Corona yang ditunjukkan oleh kelompok tani Wangka Weru di Desa Tal, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.
Kelompok tani ini berhasil memanen padi pada 15 April 2020 sebanyak 0,25 ha dari potensi panen 25 ha. Varietas padi yang dipanen adalah Memberamo dengan produktivitas 8 ton GKP/ha.
Antonius Seleman selaku penyuluh kelompok tani mengatakan bahwa akan terus melakukan pendampingan terhadap petani dan mendorong petani agar lebih produktif sehingga hasil pertanian ini dapat menopang kebutuhan pangan masyarakat menjelang bulan ramadhan dan juga ditengah pandemic virus corona.(Adv-BBPP Kupang/Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)