Breaking News:

Sekda Lembata: Hasil Rapid Test Belum Final

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan hasil rapid test belum menjamin seseorang positif virus corona atau Covid-19.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali saat gelar konferensi pers di Aula Kantor Bupati Lembata, Rabu (15/4/2020) 

Sekda Lembata: Hasil Rapid Test Belum Final

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan hasil rapid test belum menjamin seseorang positif virus corona atau Covid-19.

Dalam konferensi pers di Aula Kantor Bupati Lembata, Rabu (15/4/2020), Paskalis hendak meluruskan informasi simpang siur yang beredar di masyarakat yang menyebut pasien suspect P1 telah positif virus corona.

Padahal, lanjutnya, hasil rapid test atau tes kilat belum bisa membuktikan seseorang dinyatakan positif corona.

"Perlu ada SWAB, lalu disimpan dan dikirim ke laboratorium di Surabaya. Hasil rapid test ini belum pasti," ujarnya.

Dia merasa prihatin karena adanya informasi penolakan dan stigmatisasi terhadap keluarga dan orang-orang yang pernah berkontak fisik dengan P1.

"Jangan kita vonis mendahului medis dan jangan menjustice dia virus corona dulu. Kita semua berharap Lembata ini aman," tegasnya.

Paskalis menambahkan saat ini Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lembata sudah mengarahkan semua orang yang terdata pernah berkontak dengan P1 menjalani karantina mandiri sesuai protokol kesehatan di bawah pengawasan. Saat ini, sudah terdata 23 orang yang menjalin kontak fisik dengan P1.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr Lucia Chandra menambahkan setelah pasien menjalani rapid test, tim medis akan mengambil lendir di hidung dan tenggorokan dengan metode SWAB untuk kemudian dibawa ke laboratorium di Surabaya agar diperiksa dengan metode PCD untuk memastikan positif virus corona atau tidak.

"Yang rapid positif juga belum tentu positif corona, positif virus tapi kita belum tahu virus apa," jelasnya.

Direktur RSUD Lewoleba, dr Bernard Beda, menjelaskan pihaknya perlu memastikan semua alat sudah siap baru pasien P1 bisa diperiksa dengan metode SWAB. Rencananya alat SWAB sudah didatangkan dari Kota Kupang dan akan tiba Kamis besok.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved