Komisi V DPRD NTT Rapat Bahas Penanganan Covid -19 di NTT

Komisi V DPRD NTT menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT dan Manajemen RSUD Prof. WZ. Johannes Kupang.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa sedang memimpin Rapat Dengar Pendapat secara daring dengan Dinkes NTT dan Manajemen RSUD Prof. Johannes Kupang ,Kamis (16/4/2020). 

Komisi V DPRD NTT Rapat Bahas Penanganan Covid -19 di NTT

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Komisi V DPRD NTT menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT dan Manajemen RSUD Prof. WZ. Johannes Kupang.

Rapat secara daring ini berlangsung pada Kamis (16/4/2020).

Rapat secara virtual ini membahas soal penanganan Covid-19 di NTT.

Rapat ini dipimpin langsung Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa dari Ruang Rapat Komisi V DPRD NTT.

Menurut Yunus, Komisi V DPRD NTT melakukan rapat agar mendengar pendapat ataupun laporan Dinas Kesehatan NTT dan RSUD. Prof. Johannes Kupang.

Anggota Komisi V DPRD NTT, dr. Christian Widodo saat itu meminta agar
perlu adanya koordinasi dengan baik dengan kabupaten dan kota dalam hal distribusi APD .

Dia menyoroti penanganan pasien positif yang mana ke rumah sakit sendiri ketika diperoleh hasil labnya positif.

"Seharusnya tidak boleh pasien itu datang ke rumah sakit sendiri, tetapi harua dijemput oleh petugas," kata Christian.

Terkait soal APD, dr. Christian mengakui, banyak rumah sakit swasta yang mempertanyakan soal APD sehingga mereka juga bisa melakukan penanganan terhadap Covid-19.

"APD juga harus dibagi ke RS Swasta, karena banyak direktur Rumah Sakit swasta yang tanya ke saya apakah mereka bisa klaim ke pemerintah," katanya.

Soal laboratorium, Christian Widodo juga meminta agar secepatnya diperhatikan oleh Dinkes NTT sehingga adanya Laboratorium RSUD Prof. WZ. Johannes bisa juga memeriksa swab.

Anggota Komisi V DPRD NTT ,Buce Lioe mempertanyakan keterlibatan Dinkes di pintu-pintu masuk.

"Kenapa saya sampaikan ini, karena ada saudara-saudara kita dari zona merah. Masyarakat terganggu dengan kondisi ini," kata Buce.

Yan Windy Anggota Komisi V DPRD NTT mengharapkan ada karantina terpusat ,karena orang dari zona merah datang ke NTT. Harus ada karantina terpusat agar mudah melakukan pemantauan," kata Yan.

Dia juga meyoroti soal komunikasi terkait Covid 19 perlu terpusat atau satu pintu.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved