Minggu, 26 April 2026

News

Heboh, Seorang Pasien Ibu Hamil Dirujuk ke RSUD Maumere, Para Perawat di UGD Malah Kabur, Ada Apa?

Perawat dan pasien yang ada di UGD semua lari ketakutan karena lihat perawat yang turun dari mobil ambulance pakai alat pelindung diri (APD) lengkap

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Suasana rapat kerja DPRD Sikka dengan Pemda Sikka membahas penanganan Covid-19, Rabu (15/4/2020) di Gedung DPRD Jalan El Tari Maumere. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Egy Moa

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Di tengah ancaman wabah virus Corona (Covid-19) dan kecemasan yang melanda semua orang, kejadian tak terduga di RSUD dr.TC.Hillers Maumere, Selasa (13/4) malam.

Seorang pasien ibu hamil yang dirujuk para perawat dari Puskesmas Watubain, Kecamatan Talibura, sekitar 40 Km arah timur Kota Maumere, mendadak bikin heboh petugas medis dan pasien yang berada di UGD RSUD Maumere.

"Perawat dan pasien yang ada di UGD semua lari ketakutan karena lihat perawat yang turun dari mobil ambulance pakai alat pelindung diri (APD) lengkap," ungkap Frans Sinde, anggota DPRD Sikka, dalam rapat kerja DPRD dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (15/4) siang.

Frans Sinde, menambahkan, pasien rujukan ibu hamil dikabarkan datang dari Papua. Ia akan melakukan proses persalinan di RSUD Maumere.

"Ibu hamil ini cukup lama dibiarkan di dalam ambulance. Akhirnya datang dua orang dokter yang menolongnya dibawa ke dalam RSUD," ujar Frans.

Sementara Jurubicara Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus, kepada wartawan, Rabu (15/4) pagi, mengatakan, pasien rujukan ibu hamil dari Puskesmas Watubain adalah pelaku perjalanan yang lewat waktu 14 hari karantina dan menuju ke-22 hari.

"Bukan terpapar covid lagi. Dia sudah bebas karantina mandiri. Hanya saja pemahaman teman-teman (perawat) ketakutan yang berlebihan. Dan, sedikit kesalahan komunikais tadi malam, karena datang rujuk dengan APD lengkap. Itu bikin panik perawat di RSUD," kata Herlemus.

Herlemus mengatakan, rapat evaluasi Rabu pagi dengan seluruh Kepala Puskesmas dan tim kesehatan untuk lebih memahami alur rujuk.

"Kami sudah siapkan dan sudah dijelaskan dari awal. Hanya tidak semua datang ikuti pertemuan dari awal," kata Herlemus, juga Kepala Dinas Kesehatan Sikka.

Menurut dia, sebelum ibu hamil ini dirujuk, sudah dijalin komunikasi Selasa pagi. Namun, Selasa malam, para perawat merujuknya mengenakan APD lengkap.

Berbagai terobosan mencegah penularan wabah virus Corona (Covid-19) kepada warga masyarakat Kabupaten Sikka, terus-menerus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Untuk mengedukasi masyarakatnya memahami pencegahan dan bahaya wabah Covid-19 yang belum ada obatnya, Pemda Sikka mengalokasikan dana Rp200 juta untuk media massa.

Dinas Komunikasi dan Informatika Sikka tidak mengajukan anggaran itu dibahas DPRD mengundang amarah Bupati Sikka, Fransiskus Roberti Diogo, dalam rapat kerja dengan DPRD Sikka membahas penanganan Covid-19.

"Dana Rp200 juta untuk edukasi masyarakat melalui media massa tidak direspon Dinas Komnukasi dan Informatika. Tidak disiapkan, sehingga tidak dibahas. Saya kecewa dan marah," ungkap Roby Idong, sapaan Fransiskus Roberto Diogo.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved