News
Joice Manek tak Ingin Gara-gara Corona Terjadi Kematian Lima Kali Lipat, Apa yang Harus Dilakukan?
Yang dimaksud dengan kematian lima kali lipat adalah satu orang meninggal akibat terkena virus dan empat orang lainnya meninggal karena takut-panik
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas
POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Joice Manek, mengakui peran media massa sangat dibutuhkan dalam hal pencegahan Covid-19.
Peran yang dapat dilakukan media massa adalah memberikan informasi akurat dan bersifat edukasi kepada masyarakat.
"Hindari berita yang justru menimbulkan kepanikan dan ketakutan," imbuh Joice saat konferensi pers penanganan Covid-19 di Belu, Senin (6/4).
Joice mengatakan, Covid-19 merupakan kasus baru sehingga butuh perlakukan khusus dan dibutuhkan anggaran tidak sedikit. Pemkab Belu terus bekerja sama lintas sektor termasuk dengan pers agar sama-sama mencegah Covid-19.
Selaku Kepala Dinas Kesehatan, Joice berupaya agar di Belu tidak terjadi kematian berlipat ganda atau lima kali lipat akibat Covid-19. Yang dimaksud dengan kematian lima kali lipat adalah satu orang meninggal akibat terkena virus dan empat orang lainnya meninggal karena takut dan panik.
"Saya tidak mau itu terjadi, katanya kematian bisa lima kali lipat. Pertama asli memang karena Covid-19 dan empat lainnya karena takut. Jadi, saya harap hal itu tidak boleh terjadi," ungkap Joice.
Oleh karena itu, lanjut Joice, peran media massa sangat-sangat dibutuhkan dalam hal pencegahan dengan gencar memberitakan tentang upaya pencegahan Covid-19.
"Media massa bersama-sama pemerintah terus menginformasikan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah seperti di rumah saja, gunakan masker dan tidak jalan-jalan untuk urusan yang kurang penting," tegasnya.
Menurut Joice, berita-berita tentang menggunakan masker mesti tetap disuguhkan oleh media massa agar masyarakat dapat mengetahuinya.
Karena sebelumnya, penggunaan masker hanya bagi orang sakit, namun saat ini semua orang harus menggunakan masker. Karena Covid-19 ditularkan melalui droplet atau percikan saat seseorang bersin.
"Menurut ilmunya, sekali bersin, daya semprotannya 26 feet ke depan. Kalau batuk mencapai enam feet ke depan. Untuk itu kita harus selalu hati-hati," imbuh Joice. *