DPRD TTS Tak Setuju Langkah Isolasi Mandiri, Disebut Tak Efektif

Menurut keduanya, kebijakan isolasi mandiri tanpa diikuti pengawasan dan pemantauan sangat tidak efektif.

POS KUPANG.COM/DION KOTA
Uksam Selan (kiri) bersama Marthen Tualaka (kanan) 

DPRD TTS Tak Setuju Langkah Isolasi Mandiri, Disebut Tak Efektif

POS-KUPANG.COM | SOE -- Anggota DPRD Kabupaten TTS, Marthen Tualaka dan Uksam Selan tak setuju dengan kebijakan Pemda TTS terkait pemberlakuan isolasi mandiri kepada masyarakat Kabupaten TTS yang baru tiba dari daerah yang sudah terjangkit virus Corona.

Menurut keduanya, kebijakan isolasi mandiri tanpa diikuti pengawasan dan pemantauan sangat tidak efektif.
Oleh sebab itu, keduanya mendorong Pemda TTS segera memindahkan 59 ODP yang ada di TTS ke lokasi karantina yang telah disiapkan Pemda TTS.

"Tim gugus tugas sebut di TTS ada 59 orang dengan kategori ODP. Sekarang saya tanya mereka (ODP) ada dimana? Jika mereka sedang menjalani isolasi mandiri, siapa yang pantau dan awasi mereka sehingga bisa dipastikan mereka melakukan isolasi mandiri dengan baik? Kita dengar laporan banyak ODP yang masih berkeliaran. Oleh sebab itu kita minta Pemda TTS segera manfaatkan ruang isolasi yang ada untuk pastikan masa self isolasi benar-benar dilakukan oleh ODP," ungkap keduanya kepada POS-KUPANG.COM, Senin (6/4/2020) di gedung DPRD TTS.

Kedua juga meminta kepada Pemda TTS agar melakukan rapid test kepada seluruh ODP untuk memastikan tidak ada ODP yang terjangkit virus Corona. Hal ini penting guna mencegah penyebaran virus Corona dan melakukan penanganan secara dini kepada ODP yang positif Corona.

" Kita sudah tetapkan anggaran 33,5 Miliar untuk penanganan virus Corona ini. Oleh sebab itu kita desak agar seluruh ODP segera dilakukan rapid test untuk memastikan mereka tidak terkontaminasi virus Corona," tegas keduanya.

Uksam Selan mendorong Pemda TTS untuk memperketat pengawasan atas pergerakan orang dari zona merah menuju TTS yang notabenenya masih zona hijau. Pasalnya menurut pria berkaca mata ini, masih ada pergerakan orang dari zona merah ke Kabupaten TTS yang lepas dari pemantauan pemerintah.

"Tim gugus tugas harus meningkatkan pengawasan sehingga seluruh pergerakan orang-orang dari zona merah menuju Kabupaten TTS benar-benar terpantau. DI TTS sendiri sedikitnya ada enam pintu masuk yang harus benar-benar diawasi dengan baik," ingat ketua komisi 1 ini.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Puskesmas Nule, Orance Nuban mengeluhkan masih adanya orang dalam pemantauan (ODP) yang tidak melakukan self isolation mandiri dengan taat.

Setelah Dilimpahkan, JPU Kejari TTU Tahan Empat Tersangka Kasus Ilegal Logging Kayu

Es Lemon Tea Fried Chicken Brottus Nyami, Pilihan Tepat Saat Cuaca Panas

UPDATE CORONA SIKKA : Satu Jam Sebelum KM Lambelu Sandar, Pelabuhan Lorens Say Maumere Masih Sepi

Belum lama ini, ia mendapati ODP yang berkeliaran bahkan mengganggu petugas piket di Puskesmas Nule.(Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved