Fadli Zon Kritik Keras Kebijakan Jokowi, Komentar Politisi Gerindra Sentil Dadurat Sipil yang Batal
Zon Kritik Keras Kebijakan Jokowi, Politisi Gerindra Beri Komentar Sentil Dadurat Sipil yang Batal
Fadli Zon Kritik Keras Kebijakan Jokowi, Politisi Gerindra Beri Komentar Sentil Dadurat Sipil yang Batal
POS KUPANG.COM -- Di tengah-tengah upaya pemerintah untuk memerangi wabah virus corona, masih ada saja politisi yang terus mengkritik pemerintah tanpa memberi solusi
Bahkan ketika para artis dan pesohor lain berloma-lomba berbuat baik dengan memberikan bantuan kepada tenaga medis berupakan makanan dan alat perlindungan diri untuk tenaga medis, namun ada politis yang terus melontarkan kalimat yang mestinya hanya ada saat kampanye Pemulu
Seperti halnya polisi Partai Gerindra Fadly Zon yang terus saja nyinyir dengan kinerja pemerintah
Fadli Zon menyorot strategi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani Covid-19 di tanah air.
• Bisnis Ayu Ting Ting Tembus Rp 200 Miliar, Takut Corona, kini Karantina Diri di Vila Mewah Miliknya
Ia menyebut pemerintahan tidak memiliki grand strategy atau kebijakan dalam penanggulangan virus tersebut sehingga kebijakan yang diambil tidak konsisten
Pernyataan ini ia sampaikan dalam program DUA SISI yang Tribunnews kutip dari YouTube Talk Show tvOne, Jumat (3/4/2020).
Politisi Gerindra ini menyoroti Jokowi yang sempat melontarkan wacana kebijakan darurat disiplin, tapi tidak lama, Presiden menetapkan darurat kesehatan.
"Menurut saya pemerintan tidak punya grand strategy, sehingga akhirnya kebijakannya berubah-ubah," ujar Fadli.
Danny Amrul Ichdan (kiri), dan Fadli Zon (kanan), dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (2/4/2020). (YouTube Talk Show tvOne)
Menurut Fadli, hal tersebut justru dapat membuat masyarakat tidak percaya dengan pemerintah dalam mengatasi masalah ini.
"Kebijakan berubah-ubah itu menurut saya menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap mau dibawa ke mana?" tegasnya.
"Tadi kalau dikatakan jurus negara ini seperti jurus mabuk, karena berubah-ubah dari waktu ke waktu," imbuhnya.
Fadli menambahkan pelontaran darurat sipil oleh Jokowi bukan slip of the tounge (keseleo lidah).
Namun karena adanya penentangan dari sejumlah pihak sehingga pemerintah mengubah status menjadi darurat kesehatan.