Pilkada serentak 2020

E-Voting di Pilkada 2020 Sulit Dilakukan, KPU Siapkan Rekapitulasi Elektronik

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya belum bisa memfasilitasi pemilihan umum secara online atau e-voting.

kompas.com
Komisioner Komisi Pemihan Umum ( KPU) Ilham Saputra 

POS-KUPANG.COM|JAKARTA - Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya belum bisa memfasilitasi pemilihan umum secara online atau e-voting dalam pemilihan kepala daerah ( Pilkada) 2020.

Menurut dia, belum ada infrastruktur yang memadai untuk menyelenggarakan pemilu dengan sistem e-voting.

Usulan tentang e-voting sebelumnya disampaikan dalam rapat dengar pendapat ( RDP) bersama KPU dan Kementerian Dalam Negeri, Senin (30/3), untuk membahas pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah wabah Covid-19.

Kadinkes Kota Kupang Sebut Dilakukan Teleconfrence Dengan Mendagri

"Pada waktu RDP ada usulan untuk kemudian memilih online. Tentu saja kita belum punya infrastruktur itu," kata Ilham dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (2/4).

Meski belum bisa menyelenggarakan e-voting, menurut Ilham, pihaknya terus mengupayakan penggunaan rekapitulasi secara elektronik atau e-rekap dalam Pilkada mendatang.

Berbeda dengan e-voting, e-rekap merupakan metode penghitungan suara hasil pemilu melalui sebuah perangkat teknologi informasi.

Penyuluh di Kabupaten Manggarai Barat Tetap Semangat Ditengah Merebaknya Corona

Ilham mengatakan, metode ini lebih transparan karena prosesnya dapat dipantau publik, dan lebih memudahkan penyelenggara pemilu dalam melakukan penghitungan.

"Kalau kemudian memilih secara elektronik ya ini agak sulit, tetapi yang sudah kita siapkan adalah e-rekapnya," ujar Ilham.

Menegaskan pernyataan Ilham, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi juga menyebut bahwa untuk menyelenggarakan pemilihan secara online, perlu untuk membangun sistem teknologi informasi, melatih sumber daya manusia, hingga uji coba.

Bertengkar Lagi? Nagita Slavina Bereaksi Keras Saat Ayu Ting Ting Pakai Barang Ini Lihat Ekspresinya

Hal itu, kata Pramono, membutuhkan waktu yang panjang sehingga tak bisa diterapkan saat ini. Oleh karenanya, yang KPU dorong ialah penerapan rekapitulasi online atau e-rekap, karena sistem tersebut memang telah digagas KPU pasca Pemilu 2019 lalu.

"Penundaan ( Pilkada 2020) ini sama sekali tidak mengubah rencana KPU menerpakan e-rekap dalam proses Pilkada serentak yang entah kapan dilaksanakan," kata Pramono dalam diskusi yang sama. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved