Nasib Pengantin Baru, Tak Tahan Sakit Disetubuhi Ayah Kandung, Suara Tangisan Selamatkan Dia
Nasib Pengantin Baru, Tak Tahan Sakit Disetubuhi Ayah Kandung, Suara Tangisan Selamatkan Dia
Korban langsung dipaksa menuruti nafsu bejat ayahnya itu sambil mendapat kekerasan.
Karena tak kuasa menahan kesakitan, korban menangis terisak hingga terdengar sang ibu.
"Suami dan warga langsung mendatangi korban dan tersangka," terangnya.
• Pesona Jodilee Warwick, Bule Cantik yang Pinter Nyanyi Lagu Jawa, Banyu Langit Milik Didi Kempot
• TERUNGKAP! Cara KKB Papua Menyusup ke Freeport dan Tembaki Karyawan,Usai Sosialisasi Corona Covid-19
• Anak Angkat Cristiano Ronaldo Menikah, Nitizen Tanya Di Mana CR7? Ternyata Bintang Juventus Mudik
• Menteri Kesehatan Israel Positif Terjangkit Corona, PM Benjamin Netanyahu Lakukan Isolasi Mandiri
• Kisah Bayi 4 Bulan Terserang Virus Corona Covid-19, Begini Kondisi Bayi yang Dirawat di Yogyakarta
• Lirik dan Chord Lagu Aisyah Istri Rasulallah - Sabyan, Kunci Gitar Dasar C, Liriknya Bikin Baper!
• Tata Cara Sholat Tahajud Sesuai Tuntunan Rasulullah dan Bacaan Dzikir Setelah Tahajud Secara Lengkap
Kanit Reskrim Polsek Menganti, Aiptu Agus Margono menambahkan, perbuatan tidak pantas itu dilakukan lebih dari satu kali.
Tersangka yang merupakan kuli bangunan dan tinggal satu rumah dengan putrinya yang baru menikah.
"Nafsu lihat anaknya sendiri yang masih muda," kata dia.
"Korban belum punya momongan baru setahun menikah," pungkasnya.
Setahun Menikah, Polisi Gresik 7 Kali Cabuli Mertua
Beberapa hari sebelumnya, oknum polisi di Gresik dilaporkan oleh istri dan mertuanya sendiri ke seksi profesi dan pengamanan (Propam).
Polisi berpangkat Brigadir itu diduga mencabuli mertuanya sendiri.
Padahal dia belum genap setahun menikah.
Diketahui, oknum polisi itu berinisial NS (36) bertugas di Polsek Ujungpangkah.
Baru menikah pada September 2019 lalu. Kini, mahligai rumah tangganya di ujung tanduk.
Saat dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polres Gresik, AKP Hasyim Asyari membenarkan laporan yang diterima oleh pihak korban yang sudah melapor pada Jumat (27/3/2020) ke Propam.
"Iya benar," singkatnya, Sabtu (28/3/2020).