Corona Virus di NTT
UPDATE COVID-19: Perketat Social Distancing, TNI-Polri dan Sat Pol PP Akan Lakukan Patroli di TTU
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) akan segera membentuk tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Sat Pol PP untuk melak
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) akan segera membentuk tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Sat Pol PP untuk melakukan partroli di daerah tersebut.
Patroli dilakukan guna memperketat social distancing dalam rangka untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19) yang sudah masuk ke wilayah Kabupaten TTU.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt saat ditemui di Kantor Bupati TTU pada, Selasa (31/3/2020).
• BRI Atambua Bantu Fasilitas Pencegahan Covid 19 Kepada Pemerintah Kabupaten Belu
Dijelaskannya, keputusan untuk membentuk tim gabungan tersebut diambil setelah pemerintah daerah menggelar rapat bersama dengan para pimpinan forkopimda di Kabupaten TTU.
• UPDATE CORONA VIRUS: Bupati SBD Pastikan Dokter Dan Perawat Siap Tangani Pasien Corona
"Kita sudah putuskan untuk kita patroli bersama, gabungan antara Pol PP, Polisi, dan Tentara untuk kita turun dan kita tertibkan (warga yang masih berkumpul di jalan-jalan)," ujarnya.
Raymundus meminta kepada masyarakat agar tidak keluar dari rumah ditengah penyebaran virus corona yang makin masif seperti saat ini. Jika ada warga yang ingin keluar rumah, maka harus untuk tujuan yang penting.
"Jadi keluar rumah untuk hal yang perlu. Kalau hanya berpergian untuk sei helo hentikan dulu, ke pasar juga untuk hal yang perlu. Jadi ke pasar membeli kebutuhan untuk satu minggu," ungkapnya.
• Cegah Covid 19, Kios dan Toko di Kabupaten Kupang Wajib Sediakan Wadah Mencuci Tangan
Pemerintah, terang Raymundus, tidak ingin memberlakukan sangsi bagi masyarakat apabila masih nongkrong atau berkumpul di luar rumah. Sebab pemerintah ingin adanya kesadaran masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.
"Kita mengharapkan orang itu dia sadar sendiri bahwa sehat itu perlu. Oleh karena itu tidak boleh keluar dari rumah untuk hal yang tidak penting," pungkasnya. (mm)