UPDATE CORONA SIKKA : Bakal Ribut, Kopdit Obor Mas Maumere Tutup Jam Operasional
Turut berpatisipasi mencegah penularan virus corona (Covid-19), manajemen KSP Kopdit Obor Mas Maumere
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
UPDATE CORONA: Bakal Ribut, Kopdit Obor Mas Maumere Tutup Jam Operasional
POS-KUPANG.COM| MAUMERE--- Turut berpatisipasi mencegah penularan virus corona (Covid-19), manajemen KSP Kopdit Obor Mas Maumere menyesuaikan jam kerja karyawan dan pelayanan kepada anggotanya mulai Rabu (1/4/2020).
“Penyesuaian jam kerja dimulai besok, 1 April 2020. Jam pelayanan kepada anggota dimulai pukul 09.00-12.00 Wita. Pukul 14.00, kantor ditutup dan karyawan dipulangkan,” kata General Manajer KSP Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto Moat Lering, kepada wartawan, Selasa (31/3/2020) di Maumere.
Ia menjelaskan, jam operasional kantor yang terus dibuka menjadi diskusi dan dipermasalahkan. Sebab kantor pemerintah meliburkan karyawan dan sekolah merumahkan peserta didik sejak tanggal 20 Maret 2020 hingga 4 April 2020.
“Karyawan masuk kantor pukul 07.30 Wita. Kami doa, jemur diri di panas matahari kemudian ruang disemprot disinfektan dan kami mulai lakukan pelayanan pukul 09.00-12.00 Wita,” kata Yanto,sapaan Frediyanto.
Menurut Yanto, operasional Obor Mas mengutamakan keselamatan kerja karyawan dan anggota. Semua protokol pencegahan virus corona dilakukan secara ketat sejak pjntu masuk sampai di dalam kantor.
Penempatan jarak kursi antrian 1,5 meter,menyedikan tempat cuci tangan dan sabun, cairan disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh karyawan dan anggota yang masuk ke dalam kantor. Di mesiin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), setiap transaksi selesa langsung disemprot cairan disinfektan oleh petugas.
Dibukanya operasional kantor, demikian Yanto, karena 90 pekerjaan tidak bisa dikerjakan dari rumah (work from home) dan harus dikerjakan di kantor.
“Anggota yang konsultasi pinjaman harus berhadapan langsung dengan petugas. Anggota yang minta operasional kantor tetap dibuka dengan menjaga keselamatan kerja. Bisa ribut, kalau kami tutup,” tandas Yanto.
Demikian juga pelayanan simpanan Sibuhar salah satu jenis tabungan tertinggi senilai Rp 124 miliar harus dilakukan langsung petugas dengan anggota.
Ia menambahkan, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (31/3/2020) pagi telah meninjau langsung tata laksana pencegahan Covid-19 yang diterapkan manajemen Obor Mas.
• Cegah Corona, Pengurus dan Kader Partai Demokrat NTT Lakukan Rapid Tes
• Pemkab Belu Sudah Siapkan Posko di Sejumlah Pintu Masuk
• Tim Gabungan Semprot Disinfektan di Kota Bajawa
• Atasi Dampak Corona di NTT, Pemprov NTT Siapkan Dana Bansos Sekitar 280 Miliar
“Bupati menyatakan tak memerintahkan menutup operasional kantor karean berdampak buruk bagi warga Sikka dan anggota Obor Mas,” Yanto menirukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).