Breaking News
Rabu, 22 April 2026

News

UPDATE CORONA SIKKA: DPRD Minta Bupati Sikka Tutup Pelabuhan dan Bandar Udara, Ini Alasannya

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) RI untuk menutup sementara pelabuhan dan bandara

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Benny Dasman
POS KUPANG.COM/EUGENIUS
Anggota Polres Sikka membubarkan salah satu kerumunan warga di Kota Maumere, Pulau Flores, Rabu (25/3/2020) malam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) RI untuk menutup sementara pelabuhan, bandara dan pelabuhan penyebarangan mulai 30 Maret 2020 pukul 01.00 Wita hingga 12 April 2020 pukul 24.00 Wita.

Kebijakan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Sikka.

Surat tersebut telah dikirim Bupati Sikka, 26 Maret 2020. Wartawan di Maumere menerima salinan surat ke Menhub itu dari Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Fery Awales, Kamis (26/3) malam.

Pertimbangan penutupan, tulis Bupati Sikka, karena Sikka merupakan pintu masuk dan keluar melalui pelabuhan laut maupun udara dari dan ke daerah-daerah lain. Kondisi ini akan mengancam penduduk Flores, khususnya 320 ribu jiwa warga Sikka.

Berdasarkan laporan situasi Covid-19 di Sikka belum ditemukan penderita positif Covid-19. Namun data pengamatan 25 Maret 2020 pukul 18.00 Wita terdapat 2.101 orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan karantina mandiri dan 37 orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 terus meningkat setiap waktu.

Semua ODP itu datang dari luar negeri atau daerah tertular, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Kalimantan dan Papua.

Alasan lain, fasilitas alat pelindung diri (APD) dan fasilitas kesehatan belum tersedia memadai sehingga harus waspada.

"Demi keselamatan warga Sikka, kami menyatakan akses menuju Sikka untuk smentara waktu ditutup. Kecuali untuk penerbangan yang mengantar bantuan maupun logistik penanganan Covid-19 dan logisstik lainnya," tulis Bupati Sikka.

Sebelumnya pimpinan DPRD Sikka menyurati Bupati Sikka supaya menutup sementara pelabuhan dan Bandara, menjawab kecemasan warga Sikka terhadap masuknya pendatang yang berpotensi menyebarkan Covid-19.

Ilustrasi penularan virus corona (Shutterstock)
Ilustrasi penularan virus corona (Shutterstock) ((Shutterstock))

Demam Tinggi
Seorang perempuan warga Sikka, datang dari Kalimantan dua hari lalu mengalami demam tinggi, batuk dan sesak napas. Gejala yang mirip dengan Covid-19.

"Ibu ini dua hari yang lalu datang dari Kalimantan dengan kapal penumpang turun di Pelabuhan Lorens Say. Saat ini dia mengalami demam tinggi, sesak napas dan batuk," kata Frans Siku, dihubungi Pos Kupang, Kamis (26/3) malam.

Sakit yang dialami wanita ini, diakui Frans, telah menciptakan kecemasan kepada warga setempat dengan wabah corona. Sebab gejalahnya mirip yakni batuk, demam dan sesak napas.
Frans Siku, anggota DPRD Sikka, mengatakan telah menyampaikan kepada petugas pustu setempat supaya menghubungi Dinas Kesehatan Sikka agar mengirim petugas kesehatan mendatangi kediaman wanita tersebut.

"Saya belum tahu apakah mereka datang malam ini atau besok. Masyarakat memang khawatir sekali, perlu segera dilakukan pemeriksaan," kata Frans Siku.

Satu 'Thermo Gun'
Pemindaian suhu tubuh penumpang dan anak buah kapal terus-menerus dilakukan oleh gugus tugas pencegahan virus corona (Covid-19) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lorens Say Maumere.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved