Kejari Ende Tangani Kasus Korupsi Senilai Rp 1,7 Miliar

Kejaksaan Negeri Ende saat ini menangani satu perkara korupsi dengan tersangka, Hendra Samsri Alamsyah yang diduga melakukan mark up re

Kejari Ende Tangani Kasus Korupsi Senilai Rp 1,7 Miliar
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Sudarso, S.H 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE----Kejaksaan Negeri Ende saat ini menangani satu perkara korupsi dengan tersangka, Hendra Samsri Alamsyah yang diduga melakukan mark up rekening listrik PDAM Ende senilai Rp 1,7 Miliar.
Kejari Ende, Sudarso SH MH mengatakan hal itu kepada POS KUPANG.COM, Jumat (27/3) ketika dikonfirmasi mengenai perkara korupsi yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Ende.

Kejari Sudarso mengatakan bahwa perkara korupsi kasus mark up rekening listrik oleh tersangka HAS merupakan perkara bawaan yang terjadi di tahun 2019 dan dilanjutkan proses hukumnya di tahun 2020.

“Kalau untuk perkara korupsi baru satu yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Ende yang banyak itu kasus-kasus umum,”kata Kejari Sudarso.

Wabah Corona Virus, Nasib Liga 1 2020, Sponsor dan Gaji Pemain Persib Bandung? Penjelasan Manajemen

Dalam perkara kasus mark up rekening listrik menurut Kejari Sudarso untuk saat ini baru satu tersangka yang telah ditetapkan namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya tersangka-tersangka lain.

“Untuk tersangka yang lain tentu sangat tergantung dari keterangan tersangka Hendra kami tentunya berharap yang bersangkutan bisa memberikan keterangan yang sebenarnya,”kata Kejari Sudarso.

Untuk diketahui sebelumnya pegawai Pos Cabang Ende, Hendra Samsir Alamsah (HSA) yang sebelumnya menjadi buronan Kejaksaan Negeri Ende akhirnya ditangkap oleh tim dari Kejaksaan Negeri Ende, Jumat (20/12/2019).
Yang bersangkutan disangka melakukan penggelembungan atau mark up pembayaran rekening listrik PDAM Ende.

sebelumnya Kejaksaan Negeri Ende mengusut dugaaan mark up (penggelembungan-red) pembayaran rekening listrik di Kantor Pos dan Giro Cabang Ende oleh PDAM Ende kepada PT PLN.

Penutupan Bandara Kewenangan Pemerintah Pusat

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Ende menemukan fakta bahwa telah terjadi dugaan penggelembungan pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende oleh pihak Pos dan Giro Cabang Ende yang dilakukan sejak tahun 2015 hingga Juni 2017.

Adapun proses penggelembungan terjadi yakni PT Pos Cabang Ende mengeluarkan rekening listrik yang dikeluarkan dari PT PLN kepada PDAM Ende namun demikian jumlah rekening yang dibayarkan oleh PDAM jauh lebih besar dari yang seharusnya dibayar oleh PDAM Ende dan itu terjadi terus menerus setiap bulan selama 2,5 tahun dari tahun 2015 hingga Juni 2017.

Hendra Samsir Alamsah (HSA) yang ditangkap oleh tim dari Kejaksaan Negeri Ende di rumah orangtuanya di Jalan Mahoni, Kota Ende,Jumat (20/1/2019) diduga melakukan mark up (penggelembungan-red) rekening PDAM Ende sebesar Rp 1,7 Miliar.

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved