ASDP Labuan Bajo Tutup Sementara Penyeberangan Laut

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo menutup sementara penyeberangan

ASDP Labuan Bajo Tutup Sementara Penyeberangan Laut
POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo - Sape, Rudymahmudi, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2020). 

ASDP Labuan Bajo Tutup Sementara Penyeberangan Laut

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo menutup sementara penyeberangan di daerah tersebut.

Penutupan penyeberangan ini dilakukan sejak 26 Maret 2020 hingga 3 April 2020.

Kebijakan ini diambil menyusul kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk menutup akses penyeberangan laut dari dan ke Labuan Bajo demi mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Demikian disampaikan General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo - Sape, Rudymahmudi, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2020).

"ASDP mendukung apa yang disampaikan Pemda, dan kami sudah laporkan ke Dirut dan Semua direksi terkait penutupan penyeberangan dari Labuan Bajo - Sape dan Sape - Labuan Bajo, yaitu terhitung tanggal 26 Maret 2020 pukul 01.00 Wita hingga 3 April 2020," katanya.

Diakuinya, keputusan tersebut merupakan keputusan bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan pengumuman penutupan sementara tersebut telah disampaikan kepada masyarakat melalui spanduk dan pengumuman.

"Hal itu dilakukan agar Manggarai Barat terbebas dari Covid-19. Hingga saat belum ada dan tidak ada yang positif Covid-19, mumpung belum ada, maka kita lakukan penutupan tersebut. Karena kalau ada satu saja maka akan menyebar, karena Penyeberangan Labuan Bajo merupakan pintu utama di Pulau Flores," ungkapnya.

Pihaknya selama ini juga mendukung pemerintah dan menjalankan instruksi terkait penanganan Covid-19 dengan melakukan pengecekan suhu tubuh setiap penumpang dan menyediakan hand sanitizer di area pelabuhan.

Rudymahmudi mengaku, pasca merebaknya Covid-19, jumlah penumpang dan barang mengalami penurunan sekitar 20-30 persen dalam 1 bulan terakhir.

Pihaknya juga berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu dan menghindari kerumunan orang.

Vikjen Keuskupan Agung Kupang : Sikap Waspada Bukan Berarti Takut

Rocky Gerung Ungkap Alasan Jokowi Lebih Bergairah Pindahkan Ibu Kota Ketimbang Atasi Virus Corona

Waspada ! Bukan Hanya Corona, Lembata Juga Darurat Demam Berdarah

"Apa yang menjadi anjuran pemerintah terkait social distancing dan mencuci tangan harus dijalankan. artinya siapapun harus peduli karena ini untuk kita semua," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved