Corona di ntt

Vikjen Keuskupan Agung Kupang : Sikap Waspada Bukan Berarti Takut

semua kita berada dalam situasi yang sangat prihatin dan keprihatinan tersebut bukan hanya secara lokal melainkan mengglobal.

Vikjen Keuskupan Agung Kupang : Sikap Waspada Bukan Berarti Takut
POS KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Vikaris Jendral Keuskupan Agung Kupang, RD Gerardus Duka, Pr. 

Vikjen Keuskupan Agung Kupang : Sikap Waspada Bukan Berarti Takut

POS-KUPANG.COM|KUPANG.COM--Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan Agung Kupang (KAK), Reverendus Dominus (RD) Gerardus Duka, Pr, menyerukan agar sikap waspada yang diimbau kepada seluruh umat Keuskupan Agung Kupang tidak diartikan sebagai ketakutan.

Demikian disampaikan RD Dus kepada Pos Kupang Kamis (26/03).

RD Dus menyampaikan, saat ini, semua kita berada dalam situasi yang sangat prihatin dan keprihatinan tersebut bukan hanya secara lokal melainkan mengglobal.

“Wabah ini sudah memberikan begitu banyak kepada kita untuk lebih fokus mencari solusi mengatasinya” ujar RD Dus.

Menurutnya, gereja juga turut masuk kedalam bagian untuk mencari solusi, sebab gereja adalah bagian dari persoalan yang sama yaitu wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Meski demikian bukan berarti umat dan masyarakat harus takut dengan wabah ini.

“Memang wabah ini sudah menjadi persoalan kehidupan, termasuk kita yang di Indonesia, khususnya Kupang, jadi kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini, tidak boleh tidak sensitif dengan wabah ini”

Seluruh gereja di dunia juga bekerjasama  dengan pihak-pihak yang diberikan amanat untuk mengurangi penyebaran Covid-19, khususnya pememrintah dan juga paramedis di dunia.

“Semua berpartisipasi untuk memberantas atau melawan wabah yang membahayakan ini”

Dikatakan RD Dus, gereja-gereja dan setiap keuskupan di dunia punya sikap dalam menghadapi wabah ini dan di Indonesia, keuskupan-keuskupan ini pada umumnya punya sikap yang sama karena umat, jemaat, masyarakat yang satu dan sama inimemiliki persoalan yang sama.

Maka keuskupan-keuskupan di Indonesia, lanjut RD Dus,  termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil langkah-langkah membatasi penyebaran Covid-19.

“Kita meniadakan semua kegiatan rohani yang berpotensi mengumpulkan banyak massa seperti misa, jalan salib, semua bentuk peribadatan dan kegiatan kelompok lainnya karena sebagaimana yang kita tahu, dan kita lihat sama-sama di media, sesuai protokol pemerintah, virus ini akan gampang tersebar di antara kerumunan orang-orang," Ujar RD Dus.

Waspada ! Bukan Hanya Corona, Lembata Juga Darurat Demam Berdarah

Amerika Mulai Khawati Virus Corona Indonesia, Tarik Pulang Keluarga Staf Kedubes Jakarta

Bandara Komodo Labuan Bajo Tidak Bisa Ditutup, Ini Komentar Wakil Bupati Maria Geong

Hal tersebut sudah diimbau kepada seluruh umat pada minggu yang lalu sebagai langkah gereja mengambil bagian dalam mengatasi wabah Covid-19.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ella Uzu Rasi)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved