SMA K GIOVANI Kupang Terapkan Model Pembelajaran Berbasis Online dan Manual

SMA K Giovani Kupang menerapkan dua model pembelajaran kepada para peserta didik. Model pembelajaran tersebut dirumuskan pada tangga

SMA K GIOVANI Kupang Terapkan Model Pembelajaran Berbasis Online dan Manual
Foto: WEB SMA K GIOVANI KUPANG
WEB SMA K GIOVANI KUPANG 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, VINSEN HULER

POS KUPANG.COM| KUPANG-- SMA K Giovani Kupang menerapkan dua model pembelajaran kepada para peserta didik. Model pembelajaran tersebut dirumuskan pada tanggal 19 Maret 2020 setelah kepala sekolah melakukan rapat bersama para dewan guru dalam upaya menyikapi himbauan dari Menteri Pendidikan dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT bilamana siswa diliburkan untuk belajar di rumah.

" Metode yang pertama, kami menerapkan metode belajar berbasis online dan diberlakukan untuk sebagian guru yang selama ini sudah melaksanakan pembelajaran online bersama dengan para siswa dan model yang kedua, pembelajaran yang bersifat manual yaitu pemberian tugas,"

Antisipasi Covid-19, Posko Covid-19 Kota Kupang Terima Keluhan Masyarakat Lewat Aplikasi

Hal ini dikatakan Kepala SMA K Giovani Kupang, RD. Stef Mau, Pr, saat dihubungi POS KUPANG.COM Via sambungan selular, Kamis, (26/3)

SMA 9 KUPANG Terapkan Pembelajaran Berbasis Online dan Offline

Dijelaskan RD. Stef, model pembelajaran berbasis online dimulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 10 pagi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan siswa kelas menginformasikan kepada gurunya sehingga ada kesepakatan bersama antara siswa dan guru terkait jam berapa mereka bisa melakukan pembelajaran online.

Kegiatan pembelajaran berbasis online, urai RD. Stef, berjalan seperti biasa dimana bapak ibu guru memberi tugas-tugas dan bapak ibu guru tententu melakukan pembelajaran pada jam tertentu yang sudah disepakati.

Proses belajar mengajar online itu, ujar RD.Stef, melalui aplikasi via WhatsApp dan aplikasi ZOOM serta google classroom.

Sedangkan, model pembelajaran kedua yaitu para guru memberikan tugas kepada para siswa berdasarkan materi yang diajarkan dan para siswa meringkas materi-materi itu dan disertai dengan pertanyaan lima pertanyaan.

Dikatakan RD. Stef, dua model pembelajaran tersebut telah diterapkan sejak tanggal 20 Maret, dimana bapak ibu guru yang mengajar di kelas X, XI, XII telah memberikan tugas-tugas kepada para siswa kelas IPA,IPS dan Bahasa.

Beberapa hari yang lalu, ujar RD. Stef, pihak sekolah khususnya dari bidang IT sudah merancang satu model tersendiri yang sifatnya online di mana para siswa bisa mengirimkan tugas-tugas melalui WEB guna membantu bapak ibu guru memberikan tugas atau sebaliknya, membantu para siswa mengirimkan pekerjaan yang telah selesai dikerjakan sehingga tidak perlu lagi menunggu sampai tanggal 6 April baru dikumpulkan.

" Setelah saya melakukan monitoring, hasilnya sebagian besar berjalan bagus dan hanya 1 atau dua yang mengalami kendala yang berkaitan dengan jaringan dan lain sebagainya,"katanya.

Dikatakan RD. Stef, setelah kami merancang satu model atau program pengiriman tugas-tugas ternyata animo dari para siswa sangat antusias dalam hal mengirimkan tugas-tugas mereka. Mudah-mudahan, ungkapnya, dengan ini dapat membantu mereka agar semakin meningkatkan sistim belajar daring dengan menggunakan teknologi.

" Tetapi saya juga mendapat informasi bahwa orang tua mengalami kesulitan mengawasi anak di rumah dan juga anak sendiri merasa bosan tinggal di rumah dengan pekerjaan-pekerjaan yang sama saja. Tetapi, kami dari pihak sekolah tetap memonitoring para siswa dan para guru," ucapnya membeberkan beberapa kendala yang dihadapi.cr3

(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, VINSEN HULER)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved