Corona di NTT

Pemkab Lembata Bahas Anggaran 11 Miliar untuk Pencegahan Covid-19

penanganan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Lembata. Jumlah ini tentu meningkat dari yang sebelumnya diwacanakan yakni senilai Rp 5 Miliar.

Pemkab Lembata Bahas Anggaran 11 Miliar untuk Pencegahan Covid-19
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
PELANTIKAN SEKDA LEMBATA -- Paskalis Ola Tapobali diambil dilantik dan diambil sumpahnya menjadi Pimpinan Tinggi Pratama, Sekretris Daerah Lembata, di Lokasi Wisata Bukit Cinta Lembata, Sabtu (11/1/2020) petang. 

Pemkab Lembata Bahas Anggaran 11 Miliar untuk Pencegahan Covid-19

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Pemerintah Kabupaten Lembata sementara membahas anggaran senilai Rp 11 miliar lebih untuk penanganan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Lembata. Jumlah ini tentu meningkat dari yang sebelumnya diwacanakan yakni senilai Rp 5 Miliar.

Pembahasan anggaran pencegahan virus corona ini dilakukan di Kantor Bupati Lembata, Kamis (26/3/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan karena masih dalam pembahasan anggaran senilai Rp 11 miliar ini bisa juga bertambah dan berkurang. Namun dia memastikan usai pembahasan, anggaran yang ada sudah bisa dimanfaatkan pada Senin depan.

Lebih lanjut, Paskalis menegaskan anggaran yang ditetapkan nanti untuk penguatan RSUD Lewoleba sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yang ditetapkan Pemprov NTT.

Sesuai standar rumah sakit rujukan, pemerintah tentu akan melengkapi RSUD Lewoleba dengan Mobile X-Ray, ventilator, larutan disinfektan, alat pelindung diri lengkap bagi tenaga medis dan sejumlah peralatan lain bagi pencegahan Covid-19.

Pemerintah juga akan menyiapkan dua ruang isolasi yakni ruang isolasi bertekanan negatif dan positif yang masing-masingnya akan diisi minimal lima tempat tidur.

"Penguatan kita ke rumah sakit dan sembilan puskesmas di Lembata," kata Paskalis di sela-sela pembahasan anggaran, Kamis (26/3/2020).

Di samping penguatan fasilitas rumah sakit rujukan dan puskesmas, dia menambahkan anggaran sebesar Rp 11 miliar itu juga akan dimanfaatkan untuk penguatan kapasitas di dua posko pencegahan Covid-19 yakni posko di Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dan satu poskonya di Pelabuhan Laut Lewoleba yang akan ditempati tim gabungan Satgas Covid-19.

Jika dalam minggu ini pembahasan anggaran pencegahan Covid-19 ini tuntas, maka untuk sementara pemerintah terlebih dahulu memakai anggaran tanggap darurat sebesar Rp 1,7 Miliar untuk mendatangkan alat pelindung diri (APD).

Sesuai anggaran, pemerintah sudah menargetkan APD yang diadakan bisa dimanfaatkan hingga tiga bulan mendatang atau sesuai masa tanggap darurat Covid-19.

"Ini sifatnya pakai perintah dari atas, kita tidak perlu menunggu usulan dari bawah. Jadi untuk Corona anggaran sudah siap. Selama ini para medis ingin jalankan tugas tapi kalau tanpa alat pelindung tidak ada maka susah," bebernya.

Lebih jauh, Paskalis menegaskan alokasi anggaran pencegahan Covid-19 ini juga turut memangkas dana pengadaan mobil dinas yang baru direncanakan pihak eksekutif, perjalanan dinas sampai Bulan Mei, dana bimbingan teknis (bimtek), dan Festival Lamafa yang sudah dijadwalkan Mei mendatang.

Yudit Selan Kembali Semprot Desinfektan di Kantor Desa dan Pasar Desa

BREAKING NEWS: Antisipasi Covid-19, Posko Terima Keluhan Via Aplikasi, Warga Kupang Catat Nomornya!

"Tapi jangan lupa mobil yang sebelumnya (mobil dinas bagi pimpinan DPRD) sudah telanjur dibeli, jadi yang kita pending ini mobil yang baru kita rencanakan," ungkapnya sembari menambahkan Sekretariat DPRD Lembata telah menganggarkan tiga mobil dinas baru bagi tiga pimpinan DPRD Lembata bermerk Pajero.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved