Dinas Pertanian Ngada Adakan Gerdal Hama Tikus di Soa

terkait ulat Grayak sudah dilaksanakan Gerdal di beberapa wilayah dan memang harus terus dipantau.

Dinas Pertanian Ngada Adakan Gerdal Hama Tikus di Soa
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Suasana saat Gerdal hama Tikus di Kecamatan Soa Kabupaten Ngada, Maret 20202. 

Dinas Pertanian Ngada Adakan Gerdal Hama Tikus di Soa

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --- Dinas Pertanian Kabupaten Ngada gencar melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama Tikus yang menyerang padi dan jagung milik petani di Kecamatan Soa.

Kepala Dinas Pertanian Ngada, Paskalis Wale Bai, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, pihaknya memberantas hama Tikus yang menyerang Padi dan Jagung milik warga masyarakat Soa.

Sebelumnya Dinas Pertanian bersama petugas lapangan dan petugas pengendaliaan organisme tanaman memberantas ulat Grayak yang menyerang Jagung dihampir seluruh wilayah Ngada.

"Dampak perubahan iklim global 2019/2020 berakibat pada berbagai jenis penyakit tanaman. Penyakit hama dan hampir komoditi pangan dan tanaman Padi serta Jagung. Kami awal Maret adakan pengendalia hamaTikus di Soa," jelas Paskalis, Kamis (26/3/2020).

Ia menjelaskan dampak lain dari perubajan iklim di Ngada yaitu k keterlambatan tanam padi di Bajawa Utara dan Riung.

"Keterlambatan tanam. terlambat tanam dan kemudian akibatnya musim tanam sudah lewat dan langganan hama dan penyakit," jelas dia.

Ia mengaku terkait ulat Grayak sudah dilaksanakan Gerdal di beberapa wilayah dan memang harus terus dipantau.

"Awalnya itu belalang Kumbara dan grayak itu awal tahun 2020, belalang hijau, dan kumbara sedikit.
Itu di sebagian Aimere," jelasnya.

Ia menyebutkan dinas pertanian bersama PPL dan warga bersinergi untuk memberantas hama.

"Karena kesigapan PUPT di Ngada mereka bergandengan tangan bersama, PPL diwilayah terserang dan pengendalian Bajawa utara ulat grayak di Soa, masuk Aimere dan Golewa akhirnya bisa dikendalikan," jelasnya.

Lanjut dia, pihaknya melakukan pengendalian ulat grayak dan belalang. Sehingga sampai saat ini tidak ada lagi.

Sidang Korupsi Kredit Fiktif Bank NTT Untuk Terdakwa Tejo,Penuntut Hadirkan Tiga Saksi dari Bank NTT

Dinas PKO TTU Masih Tunggu Surat Edaran Terkait Ditiadakan UN dari Kementerian Pendidikan

Terkait Covid-19, 4 ODP Kabupaten Ende Tersebar di Tiga Kecamatan

"Kita sudah lakukan untuk ulat dan belalang bisa tertangani. Tidak oenyrangan berat dan kecil ke sedang penangan sudahbdilakukan kimia.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved