Update Corona NTT

Terkait Covid-19, 4 ODP Kabupaten Ende Tersebar di Tiga Kecamatan

Bupati Ende merilis data jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19

Terkait Covid-19, 4 ODP Kabupaten Ende Tersebar di Tiga Kecamatan
POS KUPANG.COM/ROMOALDUS PIUS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Munafatma/Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 saat jumpa pers di Kantor Bupati Ende, Kamis (26/3/2020). 

Terkait Covid-19, 4 ODP Kabupaten Ende Tersebar di Tiga Kecamatan, Jumlah Orang Pelaku Perjalanan Meningkat

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende, Kamis (26/3/2020) di Kantor Bupati Ende merilis data jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19

Jumlah ODP di Kabupaten Ende per pukul 12.00 Wita masih empat orang, tersebar di tiga Kecamatan yakni Ende Timur (1), Ende Tengah (2)dan Wolojita (1). Sementara jumlah pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 meningkat dari 207 menjadi 234 orang.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ende/Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende, dr. Munafatma. "Saat ini kita rilis data ODP dan sebarannya ke depan kita juga akan rilis titik sebaran untuk pelaku perjalanan," ungkapnya.

Data 234 pelaku perjalanan ini kami koordinasi dengan teman-teman dari kesehatan karantina dan beberapa Bandara dan kami juga dapat Laporan dari masyarakat. Kami juga koordinasi dengan Puskesmas agar melakukan pemantauan terhadap para pelaku perjalanan ini," ungkapnya.

Dia tegaskan ada perbedaan terkait pemantauan terhadap pelaku perjalanan dengan ODP. Dia katakan, untuk pelaku perjalanan pemantauan bisa dilakukan per telepon dan akan dikunjungi pihak Puskesmas setempat satu kali, Sementara ODP dilakukan pemantauan langsung setiap hari.

Masih sehubungan dengan antisipasi dan pencegahan Covid-19, kata Munafatma, Pemda Ende hari ini Kamis (26/3/2020) menjemput dua ratus siswa Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko, Ngada asal Ende.

"Para orangtua dari anak Seminari sudah menyampaikan ke Pemda terkait hal ini, saat ini ada tiga bus yang bergerak ke Mataloko untuk jemput dua ratus siswa asal Ende. Mereka dikabarkan diliburkan selama tiga bulan," ungkap Munafatma.

Menurutnya, dua ratus siswa Seminari tersebut tidak langsung ke rumah masing-masing tetapi turun di Kantor Bupati Ende, untuk diperiksa suhu badannya.

Hal lain yang disampaikan Munafatma dalam jumpa pers tersebut yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ende mendapat bantuan sepuluh alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Kesehatan RI.

Ternyata Orang yang Diduga ODP di TTU Menderita Sakit Sudah Lama Sebelum Covid-19

Kharisma Stationery Berikan Layanan Gratis Ongkir Belanja Online

"Dalam waktu dekat satu atau dua hari kita akan terima APD berupa baju, saya belum tau pasti jumlah itu terhitung juga dua bantuan APD yang sudah kita terima sebelumnya," kata Munafatma.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved