Update Corona NTT

Antisipasi dan Cegah Covid-19, Pemda Ende Jemput 200 Siswa Seminari di Mataloko

dua ratus siswa Seminari tersebut tidak langsung ke rumah masing-masing tetapi turun di Kantor Bupati Ende,

Antisipasi dan Cegah Covid-19, Pemda Ende Jemput 200 Siswa Seminari di Mataloko
POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Munafatma/Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 saat jumpa pers di Kantor Bupati Ende, Kamis (26/3/2020). 

Antisipasi dan Cegah Covid-19, Pemda Ende Jemput 200 Siswa Seminari di Mataloko

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sehubungan dengan upaya antisipasi dan pencegahan Covid-19, Pemda Ende hari ini Kamis (26/3/2020) menjemput dua ratus siswa Seminari St. Yohanes Berkhmans asal Ende di Mataloko, Ngada.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ende/Juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende dr. Munafatma dalam jumpa pers di Kantor Bupati Ende, Kamis (26/3/2020).

"Para orangtua dari anak Seminari sudah menyampaikan ke Pemda terkait hal ini, saat ini ada tiga bus yang bergerak ke Mataloko untuk jemput dua ratus siswa asal Ende. Mereka dikabarkan diliburkan selama tiga bulan," ungkap Munafatma.

Menurutnya, dua ratus siswa Seminari tersebut tidak langsung ke rumah masing-masing tetapi turun di Kantor Bupati Ende, untuk diperiksa suhu badannya.

Hal lain yang disampaikan Munafatma dalam jumpa pers tersebut yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ende mendapat bantuan sepuluh alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Kesehatan RI.

"Dalam waktu dekat satu atau dua hari kita akan terima APD berupa baju, saya belum tau pasti jumlah itu terhitung juga dua bantuan APD yang sudah kita terima sebelumnya," kata Munafatma.

Dalam kesempatan itu juga Munafatma menyampaikan data terkini jumlah pelaku perjalanan dari daerah terjangkit virus corona dan orang dalam pemantauan (ODP) per pukul 12.00 Wita.

Dia menyebut jumlah orang pelaku perjalanan di Kabupaten Ende saat ini meningkat dari 207 menjadi 234 orang. Sementara ODP hingga saat ini jumlahnya masih empat orang.

"Data 234 pelaku perjalanan ini kami koordinasi dengan teman-teman dari kesehatan karantina dan beberapa Bandara dan kami juga dapat Laporan dari masyarakat. Kami juga koordinasi dengan Puskesmas agar melakukan pemantauan terhadap para pelaku perjalanan ini," ungkapnya.

Cegah Covid-19, Bandara El Tari Siapkan Alat Semprot Disinfektan ke Penumpang

DPRD NTT Minta Masyarakat Ikuti Arahan Pemerintah

Kodim 1618 TTU Ambil Bagian Dalam Pencegahan Covid-19

Dia tegaskan ada perbedaan terkait pemantauan terhadap pelaku perjalanan dengan ODP. Dia katakan, untuk pelaku perjalanan pemantauan bisa dilakukan per telepon dan akan dikunjungi pihak Puskesmas setempat satu kali, Sementara ODP dilakukan pemantauan langsung setiap hari.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved