Kamis, 16 April 2026

Jembatan Petuk I Termegah di NTT

Hutama Karya 'Memoles' Kupang dari Kota 'Terpenjara' Menuju Metropolis

"Hutama Karya membangun Jembatan Petuk I dan II sebagai misi kemanusiaan. Membantu masyarakat"

Penulis: Benny Dasman | Editor: Benny Dasman
foto Dok Ditjen Bina Marga
JEMBATAN PETUK I - Jembatan Petuk I terletak di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menghubungkan Pelabuhan Tenau Kupang menuju sejumlah kabupaten di daratan Timor. Hutama Karya menghadirkan kebaikan dan kebangaan bagi warga Kota Kupang. 

Di mata milenial Kupang, Jembatan Petuk I sebagai arena romantis. Disebut sebagai jembatan selfie, spot plesir. Jembatan 'warna-warni' dengan pencahayaan yang memesona malam hari menambah suasana romantis bagi milenial yang berkunjung. Tak pelak, meski cuaca mendung, Jembatan Petuk I menjadi spot baru untuk instagramamble. Diburu warga Kupang.

Dari atas jembatan ini para pengunjung bisa menikmati keindahan Kota Kupang, dan keindahan Pantai Kupang. "Malam minggu sangat ramai. Tempat reuni milenial. Berterima kasihlah pada Hutama Karya yang telah menabur kebaikan, perubahan," ungkap Joseph Baptista, pelajar SMA Negeri 3 Kupang, Sabtu (21/3/2020).

Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, tak membantah Jembatan Petuk I menjadi ikon Kota Kupang, tempat wisata warga. Jefri berterima kasih kepada Komisi V DPR RI yang mendukung pembangunan Jembatan Petuk I dan II. Dukungan itu sebagai bentuk perhatian untuk Kota Kupang.

Jefri juga berterima kasih kepada Hutama Karya yang telah mendesain dan membangun Jembatan Petuk I dengan sangat indah dan warga Kupang telah menikmati manfaatnya. "Jembatan Petuk I dan II dibangun untuk menunjang konektivitas transportasi darat, antara pelabuhan udara El Tari Kupang serta pelabuhan laut Tenau dan Bolok Kupang," ujar Jefri bangga.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana, mengapresiasi BUMN Hutama Karya yang dipercaya Pemprov NTT membangun Jembatan Petuk 1 dan II. Menurutnya, BUMN (Hutama Karya) menjadi sangat penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi NTT dan Indonesia.

"BUMN Karya ini menjadi tulang punggung konstruksi infrastruktur dan ini sangat penting," ujar politikus F-Demokrat saat memimpin kunjungan kerja (kunker) Komisi VI meninjau Jembatan Petuk 1 di Kupang, Senin (27/2/2018) lalu.

Anggota Komisi VI, Andriyanto Johan Syah, juga mengapresiasi pembangunan Jembatan Petuk 1 dan II. Menurut Andri, pembangunan dua jembatan ini sangat bagus untuk mengurai kemacetan di Kota Kupang. Andriyanto menyebut cara kerja Hutama Karya mengalirkan kebaikan di Kupang sangat bagus memanfaatkan bahan baku lokal dan mempekerjakan pekerja lokal dalam membangun Jembatan Petuk I-II. "Sebuah misi kemanusiaan memberdayakan masyarakat Kupang dan NTT umumnya," Andriyanto memuji.

Pembangunan Jembatan Petuk I dan II juga sebagai bukti nyata perhatian Presiden Joko Widodo kepada rakyat NTT yang menyalurkan kebaikan melalui Hutama Karya. Tak heran, ketika pembangunan Jembatan Petuk I rampung, sang presiden ikut memamerkannya kepada publik. Jokowi ikut bangga. Bangga dengan NTT.

Dalam akun facebook pribadinya @Jokowi, Senin (22/1/2018), Presiden Joko Widodo mengunggah profil Jembatan Petuk di Kupang. Berikut unggahannya. "Inilah Jembatan Petuk di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang pembangunannya telah rampung Oktober 2017 lalu. Membentang sepanjang 337 meter di atas lembah, menghubungkan pebukitan di Kecamatan Maulafa, Jembatan Petuk ditopang lima pilar beton setinggi 25 sampai 35 meter. Jembatan Patuk akan dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT."

FACEBOOK - Facebook Presiden Jokowi mengunggah profil Jembatan Petuk I kepada publik.
FACEBOOK - Facebook Presiden Jokowi mengunggah profil Jembatan Petuk I kepada publik. (facebook jokowi)

Pundi-pundi PAD
Kota Kupang semakin terbuka. Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, terus berkomitmen membangun infrastruktur menjadikan Kupang kota metropolis. Hadirnya jalan lingkar luar dengan jembatan penghubung Petuk I dan II diyakini, tahun ini, dapat meningkatkan petumbuhan ekonomi meraup pendapatan asli daerah Rp 200 miliar.

Pertumbuhan ekonomi Kota Kupang pada tahun 2019 sebesar 6,8 persen merupakan tertinggi di Indonesia. Sementara pada tahun 2020 diprediksi mencapai 7,13 persen. Selain indikator pertumbuhan ekonomi, inflasi di Kota Kupang juga termasuk yang terendah di Indonesia yaitu di bawah tiga persen.

"Keberhasilan ini dapat diperoleh karena peran para pelaku ekonomi, juga Hutama Karya, yang telah membantu pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang," ujar Jefri yang akan terus membuka kran investasi di Kota Kupang.

Dengan investasi, Jefri akan menjadikan Kupang sebagai kota perdagangan dan jasa. Bahkan, restoran dari masakan sederhana sampai masakan skala internasional, semua ada di Kupang. Keberadaan hotel-hotel berbintang juga tumbuh subur. "Kita tidak boleh berhenti mengayuh, berinovasi dan melayani masyarakat," ujar Jefri pada acara media gathering Selasa (11/2/2020).

Inovasi terkini Walikota Jefri adalah membagun enam taman kota, yakni Taman Perdamaian, Taman Revolusi Mental, Taman Tagantong, Taman Koridor Tiga, Terminal Kupang (Kupang Square) dan wisata kuliner laut di depan Hotel Aston.

PETUK II - Jembatan Petuk II, tak jauh dari Petuk I, berdiri megah. Hutama Karya menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Kota Kupang.
PETUK II - Jembatan Petuk II, tak jauh dari Petuk I, berdiri megah. Hutama Karya menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Kota Kupang. (benny dasman)

Bahkan Walikota Jefri akan menata destinasi wiasata baru area Jembatan Petuk I sebagai arena car free day (CFD) tempat interaksi masyarakat Kota Kupang, menjajakan kuliner, memanfaatkan kebaikan yang diberikan Hutama Karya. Juga untuk menjaga agar kualitas lingkungan hidup di area itu tetap terjaga.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved