Jembatan Petuk I Termegah di NTT

Hutama Karya 'Memoles' Kupang dari Kota 'Terpenjara' Menuju Metropolis

"Hutama Karya membangun Jembatan Petuk I dan II sebagai misi kemanusiaan. Membantu masyarakat"

Hutama Karya  'Memoles' Kupang dari Kota 'Terpenjara' Menuju Metropolis
foto Dok Ditjen Bina Marga
JEMBATAN PETUK I - Jembatan Petuk I terletak di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menghubungkan Pelabuhan Tenau Kupang menuju sejumlah kabupaten di daratan Timor. Hutama Karya menghadirkan kebaikan dan kebangaan bagi warga Kota Kupang.

"Cara kerja Hutama Karya mengalirkan kebaikan di Kupang sangat bagus memanfaatkan bahan baku lokal dan mempekerjakan pekerja lokal dalam membangun Jembatan Petuk I-II."

POS KUPANG, COM - KUPANG. Gersang, didominasi batu-batu karang. Kampung besar di tengah kota. Sebutannya kota 'terpenjara' karena banyak kawasan pinggiran terisolasi, tertinggal. Tak ada dinamika. Itu Dulu. Lima belas tahun lalu.

Kini, perkembangan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kerap diplesetkan dengan Nanti Tuhan Tolong, itu kian pesat. Sebutan minor perlahan-lahan sirna. Pelan tapi pasti, menuju kota metropolis.

Tengok saja di Kawasan Maulafa. 'Wajah' yang dulu seram berhutan jati rindang, tempat penggembalaan ternak, kini menjadi hutan beton membalut cadas. Sentra-sentra industri kecil dan jasa tumbuh semarak. Rumah-rumah makan hadir menyajikan aneka menu favorit memanjakan kosumen. Lahan- lahan kosong dibangun hotel-hotel dan penginapan dengan investasi yang besar. Pinggiran menggeliat.

Perumahan BTN Permai di ketinggian Kolhua menghadirkan pemandangan menuju kota modern, obsesi sang mantan Walikota Kupang dua periode, SK Lerik.

NEKARA ALOR - Tugu Nekara Alor 'mendandani' wajah Jembatan Petuk I sebagai kearifan lokal NTT. Gambar diabadikan, Sabtu (21/3).
NEKARA ALOR - Tugu Nekara Alor 'mendandani' wajah Jembatan Petuk I sebagai kearifan lokal NTT. Gambar diabadikan, Sabtu (21/3). (benny dasman)

Dalam kepemimpinannya, SK Lerik mencanangkan Bukit Kolhua sebagai kota satelit di masa mendatang. Bukan sekadar mimpi, obsesi sang pemimpin kini berbuah kenyataan. Malam hari Bukit Kolua terang benderang. Sebuah kawasan yang dulu hutan lebat nan 'sangar' sebagai 'pencabut' nyawa, kini sangat humanis bermukim warga aneka suku dan golongan dari seantero nusantara. Memancarkan kemajemukan, kerukunan. Di kawasan ini, gereja, masjid, pura dibangun berdekatan.

Geliat tak terlukiskan juga tumbuh di kawasan Siliwangi, pusat perkotaaan. di Jalur ini menjulang hotel-hotel megah mencitrakan Kupang menuju kota metropolis. Hotel Aston angkuh berdiri di bibir Pantai Kupang. Ikon baru buruan kaum berduit. Di depannya tersaji pemandangan ke laut lepas, sejauh mata memandang. Merekam jejak nelayan Kupang memburu rupiah di laut. Menghadirkan kuliner ikan yang lezat. Bakar, kuah, tinggal pilih sesuai selera.

Beranjak dari Hotel Aston di jalur Timor Raya, pun menyapa Hotel On The Rock, Grand Mutiara, Sotis Hotel, Swiss-Bellin Hotel. Para petualang sudah merasakan kenyamanan tidur di hotel-hotel berbintang ini. Juga restoran dari masakan sederhana sampai skala internasional.

Di Bolok, kawasan pelabuhan, terus berbenah. Lalu lintas kapal tak pernah sepi hilir mudik mengangkut penumpang ke berbagai kota di seantero Flobamorata (Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata). Menjadikan Kupang sebagai kota perdagangan. Semua sudut kota menggeliat.

Tugu Sasando menghiasi Jembatan Petuk I menambah suasana eksotik. Sasando adalah musik tradisional NTT. Gambar diabadikan, Sabtu (21/3).
Tugu Sasando menghiasi Jembatan Petuk I menambah suasana eksotik. Sasando adalah musik tradisional NTT. Gambar diabadikan, Sabtu (21/3). (benny dasman)

Kupang telah berubah dari daerah primer menjadi sekunder. Bahkan sudah menjadi daerah yang tersier. "Kini Kota Kupang itu ibarat gula yang selalu didatangi semut. Pertumbuhan ekonomi mulai pesat. Para investor berdatangan menabur rupiah. Pemerintah Kota harus terus berinovasi untuk membangun mulai dari pinggiran," ujar anggota DPRD Kota Kupang, Yoseph Jemari Dogon, ketika reses di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Jumat (6/2/2020).

Halaman
1234
Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved