Jumat, 24 April 2026

Di TTS, Syukuran Panen Jagung Berujung Keracunan Massal

Kasus keracunan sepertinya menjadi begitulah akrab dengan Kabupaten TTS sejak tahun 2019 lalu. Terbaru, Kasus keracunan m

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Korban Keracunan saat syukuran panen jagung di Mnela Lete -TTS 

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Kasus keracunan sepertinya menjadi begitulah akrab dengan Kabupaten TTS sejak tahun 2019 lalu. Terbaru, Kasus keracunan makanan kembali terjadi di Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Selasa (24/3/2020). K

asus keracunan massal ini bermula dari acara syukuran panen jagung yang digelar dikediaman Enos Liufeto, RT 27/RW 08. Dari 19 orang yang mengikuti acara syukuran tersebut, 15 orang diantaranya diketahui mengalami gejalah keracunan.

Para korban mengalami sakit kepala, menceret dan muntah. Dari 15 korban, 5 korban rawat jalan dan 10 korban lainnya menjalani penangan media di Posko Penanganan Kasus Keracunan di rumah Esau Nomleni.

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun membenarkan adanya kasus keracunan tersebut. Dirinya mengaku, sudah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten TTS guna melakukan penanganan medis kepada para korban. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah korban keracunan mencapai 15 orang. Dimana sebagian korban sudah diijinkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Operasi Gabungan Cegah Penyebaran Covid-19 di Labuan Bajo, Pasangan Muda-Mudi Disuruh Pulang

" Informasinya para korban ikut acara syukuran panen jagung muda Senin malam. Selasa siang barulah para korban mulai mengalami gelajah keracunan seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah dan menceret. Saat seluruh korban sudah tertangani dengan baik," ungkapnya kepada POS-KUPANG. COM, Rabu (25/3/2020) pagi melalui sambungan telepon.

Ketika ditanyakan terkait penyebab keracunan makanan tersebut, Bupati Tahun hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab keracunan makanan tersebut. Para korban diketahui mengkomsumsi nasi, ikan, ayam dan jagung dalam acara itu.
" Belum ada hasil labnya. Namun sampel makanannya sudah diambil untuk diperiksa," tandasnya. (din)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved