update virus corona
Penumpang KM Lambelu Turun di Larantuka Wajib Periksa Corona
Mereka diwajibkan menjalani pemeriksaan mengantisipasi terjangkitnya virus corona (Covid-19)
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Penumpang KM Lambelu Turun di Larantuka Wajib Periksa Corona
POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Puluhan hingga ratusan penumpang Kapal Lambelu akan turun di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Pulau Flores, Senin malam atau Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 04.00 Wita. Mereka diwajibkan menjalani pemeriksaan mengantisipasi terjangkitnya virus corona (Covid-19)
Sebelum tiba di Larantuka, Kapal milik PT Pelni telah melewati rute Makasar-Bau Bau-Maumere dan Larantuka.
“Kami sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Flotim menggerakan tim medis, sarana dan prasarana kesehatan melakukan pemeriksaan khusus virus corona kepada semua penumpang KM Lambelu, nanti turun dini hari,” kata Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli,S.H, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (23/3/2020).
Pemeriksaan ini, kata Agus Boli, melibatkan dua tim medis guna mengetahui gejalah virus corona semisal suhu tubuh di atas 37-38'C dan tanda-tanda lain terkait penularan virus. Selain itu dilakukan penyemprotan dengan desinfektan.
Dikatakanya, jika tidak ditemukan tanda-tanda awal, penumpang dipulangkan ke kampung halaman. Namun, selama 14 hari mereka wajib menjalani karantina mandiri di rumah dan dilarang melakukan aktivitas sosial di luar rumah.
“Tim medis dijaga oleh Satpo Pol PP, Polisi dan TNI lakukan pemeriksaan di Pelabuhan Larantuka,” tegas Agus Boli.
Agus Boli mengimbau, warga masyarakat patuh pada instruksi pemerintah. Pemerintah akan ambil tindakan tegas demi keselamatan kesehatan masyarakat Flotim. Tugas pemerintah adalah melindungi seluruh tumpah darah rakyat, memastikan masyarakat sehat dan sejaterah dengan cara paksa sekalipun.
• Terkenal Ganas Menebar Dalam Tubuh,Ternyata Virus Corona Mudah Hancur Dengan Bahan Pembersih Ini
• Pemkab Belu Sudah Terapkan Work From Home Bagi ASN
“Kita perlu belajar dari Negara Italia, korban virus corona terbanyak dan dalam satu hari saja meninggal sekitar 800-an orang. Itu bermula dari kelalaian warga tidak patuh pada instruksi pemerintah bahkan menganggap enteng dan masa bodoh,” tegas Agus Boli. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).