update virus corona

Penumpang KM Lambelu Turun di Larantuka Wajib Periksa Corona

Mereka diwajibkan menjalani pemeriksaan mengantisipasi terjangkitnya virus corona (Covid-19)

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/EUGENIUS
Kapal penumpang milik PT Pelni, mengalami kesulitan sandar akibat gelombang tinggi, Selasa (7/1/2020) di Pelabuhan Lorens Say, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Penumpang  KM  Lambelu  Turun di Larantuka Wajib Periksa Corona

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Puluhan hingga  ratusan penumpang  Kapal Lambelu  akan turun di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten  Flores  Timur (Flotim), Pulau  Flores, Senin malam atau  Selasa  (24/3/2020)  sekitar  pukul   04.00  Wita. Mereka    diwajibkan menjalani  pemeriksaan   mengantisipasi  terjangkitnya  virus  corona  (Covid-19)   

Sebelum  tiba  di Larantuka, Kapal   milik  PT  Pelni     telah melewati   rute Makasar-Bau Bau-Maumere dan Larantuka.

“Kami sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Flotim menggerakan tim medis, sarana dan prasarana kesehatan melakukan pemeriksaan khusus virus corona kepada  semua penumpang  KM   Lambelu, nanti   turun  dini hari,” kata  Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli,S.H,  kepada  POS-KUPANG.COM, Senin  (23/3/2020).

Pemeriksaan ini, kata  Agus  Boli,  melibatkan dua tim medis guna   mengetahui  gejalah virus corona semisal  suhu tubuh di atas 37-38'C  dan tanda-tanda lain terkait  penularan  virus.  Selain itu  dilakukan  penyemprotan dengan desinfektan.

Dikatakanya,  jika  tidak  ditemukan tanda-tanda awal, penumpang dipulangkan ke  kampung halaman.  Namun,  selama  14  hari mereka wajib  menjalani karantina mandiri  di rumah   dan  dilarang  melakukan   aktivitas  sosial  di luar  rumah.

“Tim  medis dijaga oleh Satpo  Pol PP, Polisi dan TNI lakukan pemeriksaan di Pelabuhan Larantuka,”  tegas   Agus   Boli.

Agus  Boli  mengimbau, warga masyarakat patuh pada instruksi pemerintah.  Pemerintah akan ambil tindakan tegas demi keselamatan kesehatan masyarakat Flotim.   Tugas pemerintah adalah melindungi seluruh tumpah darah rakyat, memastikan masyarakat sehat dan sejaterah dengan cara paksa sekalipun.

Terkenal Ganas Menebar Dalam Tubuh,Ternyata Virus Corona Mudah Hancur Dengan Bahan Pembersih Ini

Pemkab Belu Sudah Terapkan Work From Home Bagi ASN

“Kita perlu belajar dari Negara Italia, korban virus corona terbanyak dan dalam satu hari saja meninggal sekitar 800-an orang. Itu  bermula dari kelalaian warga tidak patuh pada instruksi pemerintah bahkan menganggap enteng dan masa bodoh,” tegas   Agus Boli.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved