Lima ODP Corona di NTT Dirawat

SAMPAI dengan Minggu (22/3/2020), warga NTT dengan status Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona atau Covid-19 sebanyak 101 orang

Lima ODP Corona di NTT Dirawat
POS KUPANG/HERMINA PELLO
drg Dominikus MInggu Mere, M,Kes 

POS-KUPANG.COM - SAMPAI dengan Minggu (22/3/2020), warga NTT dengan status Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona atau Covid-19 sebanyak 101 orang. Bertambah sembilan orang, dari sebelumnya 92 orang. Namun 21 orang di antaranya sudah selesai diobservasi (pemantauannya).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere merinci daerah yang mengalami pengurangan ODP. Kota Kupang sebanyak 34 orang, yang telah selesai pemantauan 10 orang, tersisa 24 orang

Kabupaten Manggarai Barat ada 15 orang, tiga di antaranya sudah selesai pemantauan. Kabupaten Sikka sebanyak 26 ODP, 11 di antaranya sudah selesai pemantauan sehingga tersisa 15 orang.

Juru Bicara Pemerintah: Obat Corona dengan Resep Dokter

Pria yang akrab disapa Domi Mere ini menegaskan, data tersebut sesuai notifikasi dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota. "Data ODP selalu fluktuatif," katanya saat jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan NTT, Minggu (22/3).

Domi Mere didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Dr Jelamu Ardu Marius, Kadis Perhubungan NTT Isyak Nuka, GM Angkasa Pura I El Tari Kupang Barata Singgih, Kepala KKP Kupang dan Sekretaris Dinas Kesehatan NTT David Mandala.

Digelar Kings Fun Ende, Siswa PAUD Senang Ikut Lomba Yel

Domi Mere mengungkapkan, lima ODP dirawat di rumah sakit. Ia merincikan, dua ODP dirawat di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, dua orang di RSUD TC Hillers Maumere dan satu orang di RSUD Ende.

Pada bagian lain penjelasannya, Domi Mere mengatakan, NTT kekurangan alat pelindung diri. "Secara provinsi dan nasional alat pelindung diri (APD) masih menjadi keluhan. Kita di NTT sudah ajukan permintaan bantuan ke pemerintah pusat," katanya.

Menurutnya, saat ini keluhan APD dan viral transpor media cukup menjadi perhatian. Oleh karena itu secara provinsi dan nasional masih mengalami kekurangan APD.
"Melalui Sekjen Kemenkes RI, kami minta bantuan APDM. Walaupun saat ini masih negatif, tapi melihat eskalasi dan frekuensi ODP maka kita harus antisipasi," kata Domi.

Dijelaskannya, APD menjadi hak mutlak, sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan Kemenkes RI dan juga dengan berbagai pihak.

"Kita sudah koordinasi dengan para pihak, tapi kita juga lihat kondisi nasional di pusat. Jika di pusat sudah ada APD, tentu akan didistribusi ke seluruh rumah sakit rujukan, termasuk NTT," katanya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved