Dokter Ria Tahun: Susah Cari Alkohol 70 Persen dan Hand Sanitazer

Direktur RSUD SoE dr. Ria Tahun mengaku, pihaknya kesulitan mendapatkan alkohol 70 persen dan Hand Sanitizer

Dokter Ria Tahun: Susah Cari Alkohol 70 Persen dan Hand Sanitazer
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Direktur RSUD SoE, dr. Ria Tahun dan tenaga medis RSUD Soe sedang menunjukkan ruang edelweiss yang akan digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien dengan kategori ODP dan PDP. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Direktur RSUD SoE dr. Ria Tahun mengaku, pihaknya kesulitan mendapatkan alkohol 70 persen dan Hand Sanitizer. Cairan alkohol 70 persen hendak dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat cairan desinfektan guna disemprotkan di lingkungan RSUD SoE. Cair desinfektan secara klinis mampu membunuh bakteri maupun virus.

Akibat ketiadaan alkohol 70 persen, pihak manajemen RSUD SoE berinisiatif membuat cairan desinfektan dengan menggunakan cairan pengganti yaitu bayclin yang dicampurkan dengan air (Perbandingan 1:9).

Mencegah Corona Covid-19, Penerbangan dan Pelayaran di NTT Tidak Ditutup, Ini Alasannya

Sebagai alternatif dari ketiadaan hand sanitizer, pihak RSUD SoE menempatkan sabun cair dipintu masuk rumah sakit guna membersihkan tangan pengunjung maupun pegawai RSUD SoE.

" Kita sudah cek sampai ke Kupang untuk alkohol 70 persen dan hand sanitizer memang sedang kosong," ungkap Ria kepada POS-KUPANG.COM, Senin (23/3/2020) di ruang kerjanya.

Mgr. Vincentius Sensi Potokota Masyarakat Harus Dapat Informasi Konkret Antisipasi dan Cegah Corona

Ketika ditanyakan terkait alat perlindungan diri (APD) dan peralatan dasar penangan Covid-19 Ria menjelaskan, ada peralatan memang tidak ada, ada yang stoknya kurang dan yang stoknya cukup. Ia mencontohkan Viral Transport Medium (VTM) saat ini belum tersedia di RSUD SoE.

Protective Gown jumlahnya hanya 7 sehingga diakali dengan menggunakan jas hujan yang dibeli di Lippo Kupang. Masker bedah stoknya hanya cukup untuk sebulan kedepan.

" Kita sudah buat laporan ke dinas maupun ke Bupati terkait APD yang masih kurang tersebut," ujar Ria.

Terkait ruang isolasi guna penanganan pasien yang dikategorikan orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) sebelum dirujuk ke RSUD Prof. DR. W. Z dikatakan Ria, pihaknya telah menyediakan ruang khusus yaitu Edelweiss sebagai ruang isolasi. Ruang tersebut berkapasitas dua pasien. Sedikitnya ada 10 tenaga medis yang akan ditempatkan di ruang tersebut.

" Hari ini kita sudah selesai menyiapkan ruang edelweiss sehingga sudah bisa dimanfaatkan jika ada pasien dengan kategori ODP atau PDP yang butuh penanganan medis," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ria juga menghimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penyebaran virus corona. Salah satu caranya dengan menginformasikan kepada petugas medis jika ada tetangga atau keluarga yang baru pulang dari luar negeri atau daerah yang sudah positif terjangkit virus corona.

"Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada petugas medis jika ada tetangga atau Keluarga yang baru pulang dari luar negeri atau daerah yang sudah positif terpapar virus corona untuk menjalani pemeriksaan medis dan self isolation," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved