Uskup Maumere Ajak Umat Jadi Pelopor Perangi Wabah Virus Corona

Ini respon Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, menghadapi penyebaran virus corona ( Covid-19) bagi umatnya

Uskup Maumere Ajak Umat Jadi Pelopor Perangi Wabah Virus Corona
ISTIMEWA
Uskup Maumere terpilih Mgr. RD. Edwaldus Martinus Sedu 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Ini respon Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, menghadapi penyebaran virus corona ( Covid-19) bagi umatnya di Keuskupan Maumere, Pulau Flores.

Melalui seruan pastoral menghadapi wabah Covid-19, Mgr. Edwaldus mengajak umat beriman bersatu dalam doa, pantang, puasa dan amal serta menjadikan diri sebagai pelopor gerakan memerangi wabah Covid-19.

"Menghadapi wabah virus corona, saya mengajak kita semua untuk tetap bijaksana, tenang dan tidak panik menyikapi berbagai informasi mengenai penularan dan penyebaran," imbau Mgr. Edwaldus, dalam seruan pastoral diterima POS-KUPANG.COM, dari RD. Fidelis Dua, M.Th, Sabtu (21/3/2020) siang.

Ditutup Kunjungan ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo Mulai Besok

Mgr. Edwaldus, menegaskan, ibadah jalan salib dan segala aktivitas gerejani yang melibatkan banyak orang ditiadakan sejak Jumat (20/3/2020) sampai Jumat (3/4/2020).

Kegiatan gerejani yang dimaksud Mgr.Edwaldus, adalah ekaristi harian, ekaristi hari minggu, ekaristi pemakaman, ekarisiti peringatan arwah dan ibadat lainnya.

Kemudian pelayanan sakremen tobat/pengakuan, ibadah jalan salib pertemuan malam wajib di KBG dan lingkungan/stasi. Latihan koor dan liturgi persiapan pekan suci, katakese pra paskah, pelatihan dan pembekalan pastoral komisi, biro dan lembaga di tingkat keuskupan dan paroki.

Ternyata Kinerja Pegawai BBPP Kupang Tetap Terpantau Walau Working From Home

Namun aktivitas rohani di setiap rumah dan komunitas biara tetap dijalankkan.

Apabila dalam kurun waktu 14 hari ada umat yang meninggal, maka pelayananya terbatas pada pemberkatan jenazah. Bagi keluarga dan para pelayat diharapkan memperhatikan ketentuan kesehatan mengenai penyebaran Covid-19.

Ia mengatakan, perayaan ekaristi dan ibadat lain setelah tanggal 3 April 2020, jika tidak ditentukan lain dari pemerintah, Mgr.Edwaldus, juga menyampaikan beberapa hal praktis dalam seruannya. Diantaranya umat kembali beribadah dan menghadiri perayaan ekaristi di gereja maupun di komunitas, namun jika ada gelajah penyakit pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, panas tinggi supaya berdoa dan beristirahat saja di rumah. (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved