Keuskupan Agung Kupang Untuk Sementara Tiadakan Jalan Salib, Misa Harian dan Misa Mingguan
Kita minta untuk ditiadakan dulu, 22 dan 29 sesuai dengan permintaan atau instruksi dari pemerintah
Keuskupan Agung Kupang Untuk Sementara Tiadakan, Jalan Salib, Misa Harian dan Misa Mingguan
POS KUPANG.COM| KUPANG-- Keuskupan Agung Kupang, secara lisan sudah menginformasikan kepada para pastor paroki di Keuskupan Agung Kupang khususnya di kota Kupang untuk sementara meniadakan hal-hal yang menyangkut peribadatan seperti jalan salib, katekese-katekese kelompok termasuk misa baik itu misa mingguan maupun misa harian.
Hal ini dikatakan Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD. Gerardus Duka, Pr, Jumat, ( 20/3) di Keuskupan Agung Kupang.
Dikatakan RD. Gerardus, Covid-19 bukan lagi suatu wabah yang sifatnya lokal. Tetapi, global dan keprihatinan global itu menjadi keprihatinan Gereja; baik itu Gereja yang bersifat Universal maupun Gereja yang bersifat lokal.
Perihal Covid-19 yang masuk ke Indonesia dan sikap yang diambil oleh pemerintah kita, ujar RD. Gerardus, itu juga menjadi sikap dari Gereja karena Gereja ini juga merupakan umat dari 1 negara yang sama. Jadi, tentunya Gereja tidak jalan sendiri, pemerintah tidak jalan sendiri. Kita bersama Sebagai masyarakat warga negara, baik Gereja maupun pemerintah mengambil langkah-langkah yang cepat dan benar untuk mengatasi Covid-19 ini.
Dijelaskan RD. Gerardus, untuk keuskupan-keuskupan di Indonesia secara lokal atau Gereja setempat itu sudah mengeluarkan himbauan-himbuan kepada umat yang salah satunya adalah bentuk-bentuk ibadat yang mengumpulkan banyak umat yang untuk sementara waktu ditiadakan.
Hal yang sama, urai RD. Gerardus menerangkan, juga untuk Keuskupan Agung Kupang, secara lisan sudah diinformasikan melalui para pastor paroki di Keuskupan Agung Kupang khususnya di kota Kupang untuk sementara ditiadakan hal-hal yang menyangkut peribadatan seperti jalan salib, katekese-katekese kelompok dan Gereja mengikuti arahan atau instruksi pemerintah yaitu tidak mengumpulkan sejumlah banyak massa atau dalam hal ini umat untuk mengantisipasi menyebar secara massif Covid-19.
Maka Keuskupan Agung Kupang, juga mengikuti instruksi pemerintah Untuk itu, dalam kurun waktu seminggu ke depan, untuk sementara meniadakan semua ibadat termasuk misa baik itu misa mingguan maupun misa harian.
" Kita minta untuk ditiadakan dulu, 22 dan 29 sesuai dengan permintaan atau instruksi dari pemerintah," ucapnya.
Dikatakan RD. Gerardus, untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat tidak banyak mengumpulkan umat di suatu tempat itu kita minta kepada para pastor bisa melayani. Tetapi, dengan catatan melihat situasi supaya tidak menjadi tempat untuk perpindahan virus ini dari satu orang ke orang yang lain.
RD Geradus menambahkan, keuskupan Agung Kupang biasanya mendatangkan begitu banyak umat. Kalo di tempat-tempat atau wilayah lain di luar Indonesi, biasanya untuk hal-hal peribadatan tidak terlalu banyak sehingga bisa dianjurkan.
Tetapi, biasanya kalau kita di Indonesia pada saat beribadat, kehadiran umat lebih banyak daripada sebuah kampanye dan hal-hal itu yang kita himbau untuk membatasi menyebarnya virus ini bagi manusia.
Maka, pihak Gereja mengambil sikap untuk sementara waktu meniadakan ibadat- ibadat yang bersifat devosional atau sakramen khususnya Ekaristi termasuk sakramen rekonsiliasi atau sakramen pengakuan.
• Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT : ODP di NTT Terus Bertambah
• Antisipasi Covid -19 - Para Sekda di NTT Keluhkan APD
• Umat Katolik dan Muslim di Kefa Jalani Ibadah Jalan Salib dan Sholat Jumat Seperti Biasa
" Kita minta untuk sementara waktu ditiadakan karena itu bersentuhan langsung antara satu umat dengan umat yang lain," pungkasnya.( Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Vinsen Huler)