Antisipasi Covid-19, Pemkab Lembata Hanya Buka Pelabuhan Lewoleba dan Bandara Wunopito

Antisipasi Covid-19, Pemkab Lembata hanya buka Pelabuhan Lewoleba dan Bandara Wunopito

Antisipasi Covid-19, Pemkab Lembata Hanya Buka Pelabuhan Lewoleba dan Bandara Wunopito
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Thomas Ola Langoday 

Antisipasi Covid-19, Pemkab Lembata hanya buka Pelabuhan Lewoleba dan Bandara Wunopito

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday menegaskan pemerintah daerah akan menutup sementara beberapa pelabuhan seperti Pelabuhan Wulandoni, Pelabuhan Balauring dan Wairiang dari warga luar. Penutupan pelabuhan ini guna mencegah masuknya warga dari luar Lembata yang masuk tanpa diperiksa terlebih dahulu.

Hal ini dia tegaskan kepada wartawan di SMPK Santo Pius Lewoleba usai sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada para kepala sekolah, Jumat (20/3/2020).

Dukung Kostratani, BBPP Kupang Punya AOR dan Teleconference dengan Kepala BPPSDMP

Wabup Langoday mengatakan arus keluar masuk resmi hanya melalui Bandara Wunopito dan Pelabuhan Laut Lewoleba sehingga warga yang datang ke Lembata bisa terpantau dan terdata tim medis.

Oleh karena itu, dia meminta kerja sama para camat dan kepala desa untuk bisa menutup akses sementara dari pelabuhan-pelabuhan dimaksud. Wabup Langoday juga menyebutkan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang juga untuk sementara ditiadakan dulu.

Wabah Virus Corona, Pelatihan Teknis dan Tematik Tetap Dilaksanakan

"Perlombaan MTQ masih berjalan jadi tinggal besok tutup," ungkap Wabup Langoday saat disinggung perihal perlombaan MTQ Tingkat Kabupaten Lembata di Pantai Wulen Luo.

Sementara itu, Dokter Geril Huarnoning menyebutkan setiap Warga Lembata yang baru pulang dari daerah transmisi lokal yang sudah terpapar Covid-19 seperti Jakarta akan dipantau tim medis dan wajib diisolasi selama 14 hari.

Dokter Geril sendiri mengakui fasilitas kesehatan di Lembata masih sangat terbatas maka pemeriksaan ketat memang perlu dilakukan di pelabuhan dan bandara.

Dia menyebutkan saat ini sudah ada tujuh warga Lembata yang masuk kategori orang dalam pantauan (ODP) dan kemungkinan jumlah ini bisa bertambah karena petugas kesehatan sementara melakukan pendataan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved