Salam Pos Kupang

Perlu Langkah Tegas

Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul Perlu Langkah Tegas

Perlu Langkah Tegas
Dok
Logo Pos Kupang

Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul Perlu Langkah Tegas

POS-KUPANG.COM - Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 telah menjadi pandemi yang sungguh menakutkan. Hampir sebagian besar masyatakat di seluruh dunia telah terpapar virus ini. Bermula di Wuhan, Provinsi Huberi, Cina, virus itu menyebar ke mana-mana.

Rasa takut, cemas dan khawatir kini menyelimuti semua orang di seluruh jagat raya ini. Kita memang pantas merasa takut atas ancaman ini. Ketika Wuhan dilanda corona dan negeri kita belum terpapar atau belum terjangkit, semua pihak mengatakan tak ada soal. Toh, corona belum sampai ke sini. Kita masih boleh tersenyum.

Uskup Baru dalam Geliat Wisata Premium Labuan Bajo

Tetapi, ketika corona sudah berada di tengah-tengah kita rasanya perlu ada langkah yang lebih tegas. Semacam komando dari pihak pemerintah yang punya otoritas.
Ketika saat ini masyarakat di kota-kota di Jawa dan beberapa wilayah lain di luar Pulau Jawa terkena virus ini kita semakin dirundung ketakutan.

Terlihat sudah ada langkah-langkah dari sejumlah lembaga pendidikan tinggi, menengah dan sekolah dasar yang melakukan antisipasi dengan sistim pengajaran daring (online). Anak dan.mahasiswa mengikuti pendidikan tanpa tatap muka. Tujuannya untuk antisipasi atau melokalisir bila virus itu muncul.

Kelompok Pesparani Katolik Nyanyikan Mars dan Himne MTQ Tingkat Kabupaten Lembata

Sikap yang diambil lembaga pendidikan itu sebagai langkah yang positif. Sikap itu sungguh tepat. Tak perlu menunggu sampai corona "bertamu" atau datang ke kampung kita ini.

Masyarakat di berbagai kabupaten di NTT sudah menanyakan kapan semua aktivitas itu dilakukan dari rumah. Meminjam Presiden Jokowi yang sudah menghimbau agar saatnya sekolah, kerja dan berdoa dilakukan dari rumah.

Presiden mengatakan hal ini karena penyebaran corona di tiap daerah berbeda dan keputusan itu ada pada Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Kita berpandangan bahwa pemerintah daerah baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota segera mengambil sikap yang tegas yakni "meliburkan" masyarakat untuk meminimalisir corona. Kita jangan menunggu sampai corona menyerang kita di sini. Sebaiknya, saat ini ketika belum tiba, kita sudah melakukan sesuatu.

Membayangkan betapa corona benar-benar hadir di tengah kita, betapa kita sungguh panik. Kepanikan akan sangat kronis dan akan menimbulkan banyak aspek. Semua tak fokus dan tentu saja penanganan bisa saja tak tuntas. Peramedis panik, masyarakat panik tak terkendali.

Kita mengharapkan satu komando dari Gubernur tentu atas koordinasi dari Bupati dan Wali Kota serta masukan dari berbagai pihak untuk segera mengambil langkah untuk kepentingan masyarakat luas.

Kita melihat Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah sudah melalukan serangkaian langkah mengatasi corona ini. Mudah-mudahan kita lebih cepat mengantisipasi munculnya corona di sini. Hentikan proses belajar mengajar pada semua tingkat. Tak ada gunanya Perguruan Tinggi meliburkan mahasiswanya sementara tingkat PAUD hingga SLTA masih sekolah. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved