Kelompok Pesparani Katolik Nyanyikan Mars dan Himne MTQ Tingkat Kabupaten Lembata
Petrus juga mengajak semua umat lintas agama terlibat langsung dalam penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi NTT.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Kelompok Pesparani Katolik Nyanyikan Mars dan Himne MTQ Tingkat Kabupaten Lembata
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Suasana toleransi dan kebersamaan begitu kental terasa saat Upacara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Lembata di Pantai Wulen Luo, Kota Lewoleba, Selasa (17/3/2020).
Harus diakui, perlombaan MTQ ini tidak hanya melibatkan kaum muslim Kabupaten Lembata saja, tetapi umat beragama lain yang ada di Lembata juga turut ambil bagian dalam event akbar yang akan berlangsung hingga 21 Maret 2020 ini.
Salah satu yang menonjol adalah Kelompok Pesparani Katolik Lembata yang didaulat mendendangkan Lagu Mars dan Himne MTQ.
Mengenakan kostum berwarna merah, kelompok Pesparani Katolik membawakan dua lagu yang diaransemen ulang oleh komposer asli Lembata Geradi Tukan itu dengan begitu baik. Semua peserta MTQ dan warga Lewoleba yang memenuhi lokasi Pantai Wulen Luo menyambut dengan sorak penampilan kelompok Pesparani Katolik yang membawakan lagu ciptaan komponis Iskandar.
Cici da Silva, salah satu anggota paduan suara, mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam pembukaan MTQ Ke-10 Tingkat Kabupaten Lembata.
Menurutnya kelompok Pesparani Katolik berjumlah sekitar 34 orang dan anggotanya berasal dari beberapa paroki di Kota Lewoleba.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lembata Said Kopong berujar MTQ sebagai event dua tahunan mampu memperkokoh toleransi umat beragama di Lembata dan memperkukuh iman umat Muslim di Lembata.
"Melalui MTQ kami minta semua dukungan untuk sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi di MTQ ke-28 tingkat Provinsi NTT," kata dia.
Kata Said, untuk penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi NTT pada Juni mendatang Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah sudah menyiapkan alokasi anggaran terbesar untuk dengan alokasi Rp 2 miliar dari APBD Kabupaten Lembata.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata Haji Ishak Sulaiman, juga menekankan pentingnya kebersamaan dan persaudaraan antar sesama umat beragama.
Dia menyebutkan kajian Alquran perlu digiatkan di tingkat masyarakat dengan bimbingan para ulama dan kiai.
"Kebersamaan itu penting, dengan penuh keramahtamahan dan kasih sayang serta toleransi, itu akan membuka kita pada dunia. Saling menjaga dan mengasihi meski kita berbeda," pesannya.
Ketua DPRD Kabupaten Lembata Petrus Gero mengakui event MTQ sebagai sarana untuk membina kerukunan.
Sebab, pada ajang Pesparani Katolik tingkat Kabupaten Lembata Haji Mansur Purab bertindak sebagai ketua panitia. Sedangkan, pada momen MTQ Tingkat Kabupaten Lembata bertindak sebagai Ketua Panitia adalah Camat Nubatukan Maria Anastasia Barabaje.
Petrus juga mengajak semua umat lintas agama terlibat langsung dalam penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-lembata-eliaser-yentji-sunur-bersama-jajaran-forkopimda.jpg)