Dinas Transnaker Sumba Timur Latih Keterampilan 164 Pencari Kerja

Sebanyak 164 orang pencari kerja (Pencaker) di Sumba Timur dilatih keterampilan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja ( Transnaker)

ISTIMEWA
Pencari kerja sedang dilatih keterampilan las listrik dan menjahit 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 164 orang pencari kerja (Pencaker) di Sumba Timur dilatih keterampilan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja ( Transnaker) Kabupaten Sumba Timur. Keterampilan yang dilatih berupa menjahit, las listrik, instalasi penerangan, bangunan, mekanik sepeda motor, maubel bambu dan computer.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur, Nico Pandarangga ketika ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis (19/3/2020) menjelaskan dari 164 pencari kerja yang rata-rata merupakan anak muda diberikan pelatihan keterampilan oleh pihaknya melalui program Peningkatan Kualitas Pencari Kerja di Sumba Timur.

Satu Daerah di NTT Hari Ini Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir, Simak Penjelasannya!

Adapun jelas Nico, sebanyak 164 orang pencari kerja itu antara lain untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan Institusional sebanyak 64 orang. Dengan rincian untuk menjahit sebanyak 32 orang, las listrik 16 orang dan Instalasi penerangan sebanyak 16 orang.

Sedangkan untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan non Institusional bagi pencari kerja sebanyak 100 orang. Dengan rincian menjahit sebanyak 10 orang, computer 10 orang, las listrik 40 orang, bangunan 10 orang, Instalasi penerangan 10 orang, meubel bambu 10 orang dan mekanik sepeda motor sebanyak 10 orang.

Tinggi Kasus Pelecehan Seksual yang Ditangani Rumah Perlindungan Perempuan Labuan Bajo

"Kalau untuk pelatihan Institusional itu pelatihan di dalam Kota saja, kalau non institusional itu di wilayah kecamatan-kecamatan. Sebenarnya banyak yang mengusulkan untuk mendapatkan pelatihan ini disaat Musrembang Kecamatan tapi karena anggaran kita terbatas ya kita sesuai dengan anggaran yang ada,"jelas Nico.

Dijelaskan Nico, pendidikan dan pelatihan itu diberikan khususnya bagi orang muda yang tamat SMP/SMA untuk dapat memiliki skil/keterampilan. Sehingga melalui pelatihan ini mereka dapat mengembangkan diri dengan keterampilan yang ada.

"Dan terbukti banyak yang kita latih itu sudah mandiri, sehingga sudah bisa menghasilkan uang sendiri,"ungkap Nico.

Nico juga mengatakan, terkait pelatihan ini juga pihaknya juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Malang dimana mengirim 1 orang warga untuk mengikuti pelatihan bengkel mobil dengan sistem komputerisasi. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan BLK Semarang dengan mengirim 8 orang penjahit untuk khursus menjahit yang lebih handal.

Nico juga mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melatih secara konvesional, kedepan akan disesuaikan dengan perkembangan global sehingga pelatihan akan disesuaikan dengan berbasis digital dan juga soft skill. Selain itu juga sesuai dengan peluang yang ada di Sumba Timur seperti bagian pariwisata dan lain sebagainya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved