Kisruh Forki NTT

Karetaker Tak Mampu Jalankan Tugas Musprovlub Forki NTT Ditunda

Pasalnya, masa waktu penugasan sesuai SK PB Forki sudah lewat dan juga ada beberapa kesalahan administrasi.

Karetaker Tak Mampu Jalankan Tugas Musprovlub Forki NTT Ditunda
Istimewa
Forki 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengurus Besar (PB) Forki akhirnya meminta karetaker Pengprov Forki NTT untuk tidak melaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Pasalnya, masa waktu penugasan sesuai SK PB Forki sudah lewat dan juga ada beberapa kesalahan administrasi.

Anggota Satgassus PB Forki, Dr. Maruduk Tampubulon, SH, MM, MH, yang dihubungi dari Kupang, Selasa (17/3), mengakui hal itu. Tampubolon, mengatakan, pihaknya ditugaskan menyelesaikan persoalan di Forki NTT.

Kepengurusan Forki NTT Masa Periode 2018-2022 Masih Sah

Dia menjelaskan, PB Forki mengeluarkan SK penunjukkan karetaker untuk menggelar Musprovlub Pengprov Forki NTT dengan masa tugas terhitung tanggal 31 Januari dan berakhir pada 2 Maret 2020.

"Tugasnya adalah, dalam waktu 30 hari ini mereka sudah harus menggelar musyawarah luar biasa untuk memilih ketua baru. Namun, hingga jangka waktu yang diberikan selesai, mereka tidak juga menggelarnya. Mereka baru keluarkan undangan musprovlub tanggal 9 Maret dan menggelar Musprovlub tanggal 17 Maret. Ini bukan mekanisme yang benar. Harusnya, kalau ada persoalan, dikoordinasikan ke PB Forki untuk dicari jalan keluarnya. Itulah yang membuat kami hari ini tidak bisa ke NTT karena bagi kami tugas karetaker sudah selesai," jelas Tampubolon.

Pengcab Forki Sikka, Ende dan Sumba Timur Pertanyakan Musprovlub Forki NTT

Dia mengatakan, pihaknya pada Selasa pagi langsung menghubungi Abraham Paul Liyanto sebagai karetaker dan Danrem 161, Brigjen TNI, Syaful Rahman untuk memberitahukan terkait hal ini. "Pak Danrem sebagai calon ketua umum yang diajukan, saat kami beritahukan hal ini, langsung meminta kami untuk menyelesaikannya. Dia tidak ingin di kemudian hari, akan ada lagi persoalan baru," tegasnya.

Menurut Tampubolon, selain tidak melaksanakan tugas sesuai waktu yang diberikan, karetaker dalam suratnya mengundang pengurus cabang yang sudah demisioner. "Pengurus cabang yang ditetapkan saat kepemimpinan Pak Daniel Tagu Dedo sudah demisioner. Artinya dia tidak punya hak suara lagi sehingga tidak boleh diundang. Justru yang harus diundang adalah yang disahkan kepengurusan Pak Frans Fernando. Karena sebelum Pak Frans mengundurkan diri, kepengurusannya sah karena dilantik oleh ketua PB Forki," tegasnya.

Ketua KONI NTT Syukuri Musyawarah Provinsi Luar Biasa FORKI-NTT Dengan Cara Yang Luar Biasa

Untuk menyelesaikan persoalan ini, ujarnya, pihaknya yang ditunjuk PB Forki untuk menyelesaikan persoalan Forki NTT masih menunggu petunjuk dari Ketua Umum PB Forki, Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Apakah masa tugas karetaker ini diperpanjang atau menunjuk orang baru, kita tunggu arahan dari Pak Ketua PB Forki. Yang pasti, kami akan turun ke NTT untuk duduk bersama agar menyelesaikan persoalan ini. Harusnya dalam waktu dekat, namun adanya kasus virus corona, sehingga harus ditunda dulu," ujarnya. **

Penulis: PosKupang
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved