Pengcab Forki Sikka, Ende dan Sumba Timur Pertanyakan Musprovlub Forki NTT

Kepengurusan mereka sah karena sesuai SK dari pengurus yang dilantik oleh Ketua PB Forki, Jenderal TNI (Purn), Gatot Nurmantyo.

Pengcab Forki Sikka, Ende dan Sumba Timur Pertanyakan Musprovlub Forki NTT
Istimewa
Forki 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengurus cabang (Pengcab) Forki Ende, Sikka dan Sumba Timur melayangkan surat pertanyaan kepada Ketua Caretaker, Abraham Paul Liyanto. Surat Forki Ende ditandatangani oleh Ketua Cabang, Daniel Kusnadi, Sikka oleh Ketua Cabang, Silvester Saka dan Sekretaris, Yohanes Richy Ricardo. Sementara Sumba Timur ditandatangani oleh Ketua Cabang, Umbu Lili Pekuwali dan Sekretaris, Lexi Henuk.

Ketiga cabang ini mempertanyakan undangan musprovlub yang ditujukan kepada pengurus yang dibentuk saat Forki NTT dipimpin Daniel Tagu Dedo. Padahal, kepengurusan mereka sah karena sesuai SK dari pengurus yang dilantik oleh Ketua PB Forki, Jenderal TNI (Purn), Gatot Nurmantyo.

Kepengurusan Forki NTT Masa Periode 2018-2022 Masih Sah

Seperti dikutip Pos Kupang dari Pasal 18 Anggaran Rumah Tangga (ART) Forki, Musyawarah Provinsi (Musprov) Luar Biasa digelar apabila ada permintaan tertulis dari anggota Forki Provinsi dan Pengcab Forki dan minimal dimintakan oleh sedikitnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota dan Pengcab Forki, serta dalam surat tersebut harus dijelaskan maksud dari permintaan pelaksanaan Musprov luar biasa.

Ketua Caretaker, Abraham Pual Liyanto hingga berita ini diturunkan, Minggu (15/3), pukul 22.00 Wita belum berhasil dikonfirmasi. Pesan whatsapp yang dikirim tidak terbaca. Sesui undangan yang diperoleh, Musprovlub tersebut akan digelar di Gedung DPD NTT di Kupang, Selasa (17/3).

Masih Sah
"Kami menerima informasi kalau ada caretaker yang hendak menggelar musyawarah luar biasa Forki NTT di Kupang. Kalau memang itu benar, saya katakan tidak sah. Kepengurusan kami masih sah, karena dilantik oleh Ketua PB Forki saat itu. Kepengurusan kami masih berlaku sampai tahun 2022. Kalau mau gelar musyawarah luar biasa, harus ada alasan yang mana sudah tertulis di AD dan ART."

Demikian dikatakan Ketua Bidang Litbang Pengprov Forki NTT masa bakti 2018-2022, Herman Nai Ulu di Kupang, Sabtu (14/3).

Herman mengakui benar kalau Ketua Pengprov Forki NTT, Frans Fernando telah mengajukan pengunduran diri. Namun, ujarnya, itu bukan berarti pengurus yang ada otomatis ikut mundur sehingga harus dibentuk pengurus baru lewat musyawarah luar biasa.

"Yang mundur ketua. Pengurus yang lain kan tidak mundur. Lalu kenapa PB Forki kemudian mengeluarkan surat mandat dan menunjuk caretaker. Saya tidak yakin PB Forki melakukan itu karena kepengurusan kami sah. Kepengurusan kami masih kirim atlet ikut pra PON. Atlet NTT yang kami kirim diakomodir oleh PB Forki. Itu artinya kami masih sah dan diakui pusat. Kenapa tiba-tiba mau gelar musyawarah luar biasa? Saya tetap meragukan sahnya musyawarah yang akan digelar ini," tegas mantan Penjabat Bupati Malaka ini.

Herman Nai Ulu berharap, jangan lagi ada oknum yang mencoba untuk merecoki kepengurusan Pengprov Forki NTT yang saat ini sedang berjalan bagus. Dia berharap, semua pihak terutama yang cinta organisasi ini dapat memahami dan mematuhi anggaran dasar dan anggararan rumah tangga (AD/ART) Forki.**

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved