Cegah Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan Pegawai, Rutan Kupang Gandeng BNN Lakukan Tes Urin

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang serius mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat obatan berbahaya

POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Rutan Kelas IIB Kupang Yohanes Feriyanto mengembalikan tabung urin kepada petugas saat melakukan tes urin di Rutan Kupang pada Senin (16/3/2020). 

Cegah Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan Pegawai, Rutan Kupang Gandeng BNN Lakukan Tes Urin  

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang serius mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat obatan berbahaya lain (Narkoba) di lingkungannya. Pencegahan peredaran dan penyalahgunaan ini tidak hanya ditujukan untuk para warga tahanan dan narapidana, tetapi juga untuk seluruh pegawai Rutan. 

Pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini didahului dengan mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba kepada seluruh pegawai yang berlangsung pada Senin (16/3/2020) siang. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol Teguh Imam Wahyudi, SH., MM.

Selain memberikan sosialisasi dan penyuluhan di Aula Serbaguna Rutan Kelas IIB Kupang, tim BNN Provinsi NTT juga melakukan tes urin kepada seluruh pegawai Rutan termasuk Kepala Rutan Yohanes Ferianto dan para pejabat seperti Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Johanes Seran SH, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Roq H Osingmahi serta Kepala Kesatuan Pengamanan Lahasani. 

Kepada wartawan, Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Kupang Yohanes Ferianto mengatakan pihaknya menggandeng BNN Provinsi untuk melakukan pencegahan dini terhadap bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pegawai Rutan. 

Hal tersebut, jelas Feriyanto, dilakukan untuk menindaklanjuti program Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menciptakan seluruh pegawai di tingkatan satuan kerja yang bebas narkoba. 

"Kita harus mulai dari pegawai, sehingga kalau semua pegawainya bersih, kita lakukan ke warga tahanan atau narapidana sehingga kita ciptakan Rutan yang bebas narkoba," ujar Feriyanto kepada wartawan. 

Ia menegaskan, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas terhadap pegawai yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba. "Jika kita temukan ada indikasi narkoba pada pegawai, kita akan lakukan tindakan tegas. Meskipun ini secara internal, namun saya pastikan akan beri tindakan tegas," ujar mantan petugas Lapas Nusakambangan tersebut. 

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol Teguh Imam Wahyudi, SH., MM melalui Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendrik J Rohi, SH., MH., mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Rutan Kelas IIB Kupang dalam melakukan pencegahan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba. 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan realisasi program Kemenkumham melalui satker Rutan Kelas IIB Kupang untuk melakukan deteksi dini terhadap ASN di lingkungan kerja Rutan. 

Dengan kegiatan sosialisasi, jelasnya, diharapkan para pegawai dapat dibekali pengetahuan tentang Narkoba yang lebih komprehensif agar dapat paham dan mengerti. Harapannya, dengan itu mereka tidak terlibat dalam persoalan penyalahgunaan apalagi peredaran narkoba. 

Lebih lanjut, Rohi menjelaskan, program sosialisasi dan pencegahan tersebut merupakan amanah dari inpres nomor 2 tahun 2020 terang rencana aksi Nasional penanggulangan bahaya narkoba tahun 2020-2025. Yang mana empat rencana aksi tersebut meliputi kegiatan sosialisasi, pembentukan satgas, deteksi dini melalui tes urin, serta membentuk regulasi.

Jika ditemukan pegawai yang positif narkoba, jelas Rohi, maka dilakukan tindakan pembinaan internal dan bukan pro justitia.

"Apabila ada staf yang terindikasi maka akan dilakukan pembinaan internal, tetapi dilakukan dengan asesmen secara terbatas," katanya.

Gubernur NTT Minta Informasi Soal Virus Corona Satu Pintu

Gubernur NTT Minta Perhatian Terhadap Dua Agenda Besar di Flores

Antisipasi Virus Corona, Siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo Cuci Tangan Sebelum Ikuti UNBK

Untuk tes urin yang dilakukan, kata Rohi, menggunakan model tes terbaru yang meliputi delapan parameter tes. Tes tersebut dapat menunjukan kadar narkotika dan obat obatan berbahaya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved